Masyarakat Babelan Demo Tuntut Bupati Bekasi Ganti Direksi PT BBWM - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Masyarakat Babelan Demo Tuntut Bupati Bekasi Ganti Direksi PT BBWM

Warga Babelan, Kabupaten Bekasi demo menuntut bupati ganti direksi PT BBWM.
BEKASI, JO- Masyarakat Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (6/10/2020), melakukan aksi demonstrasi menuntut Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja segera mengganti Dirut PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM), BUMD milik Pemerintahan Kabupaten Bekasi yang bergerak di bidang pengolahan gas.

Dalam aksi yang digelar di depan kantor PT BBWM Jalan Raya Pertamina, Kedungjaya, Kecamatan Babelan, Bekasi, masyarakat menyebut direksi yang ada saat ini tidak memiliki keperdulian terhadap masyarakat, dan tidak mampu memperbaiki kesejahteraan masyarakat yang ada di sekitar perusahaan.

“Kami mendesak kepada Bupati Bekasi sebagai pemangku kebijakan untuk mengganti dirut yang tidak becus bekerja dan tidak mampu memimpin. Sebelum diangkat tahun 2016 program pemberdayaan masyarakat sangat tersalurkan dengan baik, seperti air bersih, dukungan bagi kegiatan keagamaan, kegiatan kepemudaan, tapi setelah direksi baru sampai sekarang sudah tidak jelas,” kata Koordinator Aksi Suhermin.




Aksi ratusan masyarakat Babelan ini dilakukan dengan membawa berbagai poster, antara lain bertuliskan "Ganti Dirut PT BBWM”, “CSR Buat Masyarakat Bukan Buat Oknum”, “Lakukan Program Gas Murah bagi Masyarakat”, "PT BBWM Ga Ada Untungnya Buat Warga", dan lainnya.

Menurut Suhermin, masyarakat sudah beberapa kali melakukan protes antara lain pada 3 Februari 2020 di lokasi kilang, dan pada 24 September 2020 dengan berupaya menemui Bupati Bekasi namun hanya bertemu Asda II dan Kabag Ekonomi, dengan hasil yang menurut masyarakat tidak memuaskan. “Hasilnya tidak memuaskan tdak ada niat untuk memperbaiki. Mereka hanya menampubg tidak merealisasikan,” sambung Suhermin.

Jika tetap seperti ini, kata Suhermin lagi, jangan salahkan masyarakat jika terpaksa nanti melakukan aksi lebih nekat dengan melakukan penyelan dan menahan kendaraan tangki gas yang masuk ke Babelan.

“Kalau aspirasi masyarakat tidak didengar, kita akan melakukan penyegelan, dan kita tahan tidak ada tangki gas masuk ke sini,” ujar Suhermin. (didi/ hasian/ jo6)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.