Pemkab Samosir Sosialisasikan Pengguna Kartu Tani - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion
Sosialisasi Kartu Tani di Samosir, Sumut.
SAMOSIR, JO- Pemkab Samosir menggelar kegiatan sosialisasi implemantasi kartu tani yang berlangsung selama dua hari di Aula Hotel Green Dainang yang berada di Jalan Hotspring, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Jumat (11/9/2020).

Sosialisasi ini dihadiri sebanyak 243 orang, dari tiga kecamatan, antara lain Kecamatan Palipi, Ronggur Nihuta dan Sitio tio.

Saat pembukaan hadir Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Kepala Dinas Pertanian Viktor Sitinjak bersama stafnya, dan pegawai Bank BNI Cabang Samosir.

Dikatakan Rapidin, saat ini pihaknya menyusun anggaran belanja yang akan dibelanjakan kedepan melalui Bapedda. Termasuk kebutuhan para petani saat ini seperti mesin pemilpil jagung, mesin semprot electrik, mesin penggiling kopi, kreser, mesin kulti fator.

Kepala Dnas Pertanian kabupaten Samosir Viktor Sitinjak mengatakan seluruh petani harus menggunakan kartu tani.




"Seluruh kelompok tani di indonesia sekarang harus memakai kartu tani, secara khusus di Samosir baru hari ini kita sosialisasikan sehingga mereka mengetahui apa yang menjadi persyaratannya agar semuanya jelas. Kita undang kepala Bank BNI untuk menyampaikan bagaimana pembukaan rekening para kelompok tani, tujuanya kedepan penebusan pupuk bersubsidi harus melalui kelompok tani sehingga pupuk ini tidak bermasalah dan tidak banyak tantangan sehingga para petani mudah mengambil keputusan,” ujar Viktor.

Nantinya pihak BNI lah yang akan ditunjuk membuat kartu tani yang nantinya akan diberikan kepada Dinas Pertanian melalui kerjasama yang dilakukan, sistim pembagiannya nanti akan diberikan kepada kelompok tani dan belanjanya akan diarahkan kepada kios yang sudah di unjuk sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

Vktor mengatakan, isi dana dalam kartu itu tergantung berapa kebutuhan pupuknya di masing masing anggota kelompok.

"Kelompok tani resmi yang terdaftar di kementerian saat ini sebanyak 1.051 orang namun jumlah itu dapat bertambah lagi jika kelompok yang belum resmi segera mendaftar melalui PPL lewat aplikasi,” ujar Viktor. (fsrt)


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.