Survei pembangunan TPA Sampah di Samosir.
SAMOSIR,JO- Kementerian PUPR bersama Pemkab Samosir kembali melakukan survei lokasi untuk pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah di Desa Hariarapintu, Kecamatan Harian, Samosir.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bappeda Samosir Rudi Siahaan di kantornya, Jumat (7/2/2020).”Selesai melakukan survey kemarin maka pihak Kementerian akan langsung menyusun Detail Engineering Design (DED). Dan kita berharap mudah mudahan pembangunanya bisa cepat terlaksana, ” kata Budi Siahaan.

Rudi menjelaskan di tahun tahun sebelumnya pihak Kementerian PUPR sudah pernah turun dan telah menyusun DEDnya. Namun saat mau pelaksanaan pembangunan sekitar ditahun 2018 lalu, diketahui bahwa dilokasi tersebut ternyata “Sesar Semangko” atau patahan sumatera. Karena dianggap sangat rawan maka pembangunanya ditunda.

Norton home page: Cybercrime has evolved. Now, our protection has too.

Bersihkan dan Lindungi Website Anda Visit Sucuri

Untuk perencanaan sekarang ini, jelasnya, Selain pembangun TPA, sekaligus juga melakukan pembangunan untuk Instalasi Pembuangan Limbah Tinja (IPLT) di Desa Cinta Dame Kecamatan Simanindo.

"Mengingat IPLT itu juga sudah menjadi bagian dari kebutuhan yang mendesak," ujar Rudi.




lebih lanjut Rudi, kalau mengacu pada aturan dan tata ruang, Di Kabupaten Samosir ini tidak bisa mendirikan TPA. yang bisa hanya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan lanjut ke TPA Regional. Namun dengan berbagai asumsi kita berikan ke Pemerintah Pusat, sehingga mereka mau menyetujuinya.

"Kita jelaskan ke pemerintah pusat bahwa jarak kota Pangururan ke TPA Regional yang direncanakan berjarak seratusan kilometer lebih dari ibu kota Pangururan, sehingga membutuhkan biaya operasional yang cukup besar. Sementara lokasi yang kita tunjuk untuk pembangunan TPA tidak ada rembesan air ke Danau Toba. Padahal Samosir sebagai pusat pariwisata Danau Toba, maka sampah harus diangkat setiap hari," kata Budi. (fsrt)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.