Kawasan Danau Toba Jadi Anggota UNESCO Global Geopark - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion
DanauToba (@jabs)
SAMOSIR, JO- Simposium Internasional Dewan Geopark Global yang diadakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dari tanggal 31 Agustus sampai 2 September 2019 menetapkan secara resmi Kawasan Danau Toba menjadi anggota UNESCO Global Geopark.

Dengan penetapan ini, danau terbesar di Asia Tenggara itu akan meningkat statusnya, dan diterima usulan sebagai Geopark Kaldera Toba.

Kabar terbaru ini disampaikan Kadis Kominfo Rohani Bakara dipesan Whatshap Grup Kominfo Samosir, Kamis (3/10/2019).

Rohani Bakara menyebut, sebagai hasil dari pemeriksaan menyeluruh Dewan Geopark UNESCO di hadapan pengamat dan perwakilan dari beberapa negara anggota mengusulkan untuk meneruskan nominasi 15 Geopark Global UNESCO baru ke Dewan Eksekutif UNESCO, dan akan diumumkan secara resmi April 2020. Satu diantara 15 Geopark baru tersebut adalah Geopark Kaldera Toba.

"Masuknya Kawasan Danau Toba menjadi bagian dari Global Geopark UNESCO merupakan kerja keras dari semua pihak dan Bapak Bupati / Wakil Bupati Samosir yang tidak henti-hentinya mendorong SKPD untuk berperan setiap hari Jumat melakukan penataan di areal Geopark Sigulatti dan juga telah mendukung Tim Geopark Kaldera Toba dalam memenuhi syarat dan rekomendasi yang diminta oleh UNESCO," kata Rohani.




Dengan bergabungnya Kawasan Danau Toba menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark ini akan memberikan peluang besar untuk kemajuan dan perkembangan KSPN Danau Toba dan menjadi objek wisata kelas dunia yang secara otomatis akan terpromosi ke negara-negara anggota PBB. Dampaknya juga selain dapat mendongkrak jumlah wisatawan asing, juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat lokal sekitar kawasan objek wisata.

Menurut Rohani lagi, sebagai bagian dari Geopark Kaldera Toba ini, Pemkab Samosir sangat mensyukuri masuknya Geopark Kaldera Toba menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG) yang artinya Kawasan Danau Toba dan khususnya Samosir akan semakin dikenal oleh dunia internasional dan menjadi kebanggan bersama memiliki warisan geologi bernilai internasional.

"Pemerintah kabupaten Samosir juga sangat berterimakasih dan mengapresiasi semua pihak yang sudah concern dan sama-sama berjuang pada setiap proses sertfikasi UNESCO dan masyarakat umum yang berkontribusi terhadap Kawasan Danau Toba."

Pemkab Samosir juga mengajak semua pihak untuk saling mendukung Geopark Kaldera Toba menjadi warisan bumi yang harus dijaga dan dikelola dengan baik sehingga memiliki dampak yang positif bagi kesehjateraan masyarakat di Kawasan Danau Toba dan Samosir secara khusus. (jabs)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.