Presiden Jokowi: Hati-hati, Banyak Berita Bohong - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion
Presiden Jokowi didampingi Seskab dan Menteri ATR/Kepala BPN tidak di lokasi penyerahan 5.000 sertifikat, di Lapangan Parkir Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/3/2019ng.
JAKARTA, JO- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat, bahwa sekarang ini banyak sekali kabar bohong yang masuk ke mana-mana, baik lewat media sosial, maupun yang langsung dari rumah ke rumah.

“Saya hanya titip hati-hati politik itu kadang-kadang seperti itu,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada penyerahan 5.000 sertifikat hak atas tanah untuk warga Kabupatan dan Kota Bogor, yang digelar di Lapangan Parkir Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/3/2019) siang.

Ia menunjuk contoh, seperti nanti kalau Presiden Jokowi jadi lagi azan dihilangkan, perkawinan sejenis akan dilegalkan, dan pendidikan agama dihapus.

“Loh, loh, loh, loh, loh sampai ke mana-mana ini. Siapapun presidennya tidak mungkin berani melakukan itu. Percaya siapapun presidennya karena Indonesia ini negara dengan norma-norma agama yang kuatdan norma etika dan tata krama yang kuat. Enggak mungkin masak perkawinan sejenis dilegalkan, azan dilarang, agama dihapus,” tegas Presiden Jokowi.




Presiden mengaku dirinya 4 tahun difitnah seperti menyebut dirinya PKI meski kelahiran tahun 1961, tapi sekarang dirinya mau menjawab karena dari survei yang dilakukan kalau dirinya diam, maka 15 juta orang percaya isu tersebut.

Kepala Negara mengajak siapapun, janganlah berpolitik seperti itu. Ia mengajak berpolitik yang penuh dengan etika berpolitik yang penuh dengan tata karma. “Ini bisa memecah kita. Ingat di negara kita adalah negara yang penduduk muslim terbesar di dunia 269 juta. Kita harus paham kita ini berbeda. Kita ada beragam suku bangsa,” tutur Kepala Negara.

Tampak hadir dalam kesempatan itu, selain warga penerima sertifikat hak atas tanah juga Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Jalil, Wali Kota Bogor Bima Aria, dan Bupati Bogor Ade Yasin. (jo-2)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.