Diduga Tertembak Petugas Saat Disergap, Pengedar Narkoba Tewas di Rumah Tetangga - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Diduga Tertembak Petugas Saat Disergap, Pengedar Narkoba Tewas di Rumah Tetangga

Barang bukti yang disita polisi.
JAKARTA, JO- Pengedar narkoba jenis sabu Boby Sandi,23, warga RT 05/02, Kelurahan Lengkong Kulon, Pagedangan, Tangerang Selatan (Tangsel), ditemukan tewas di rumah tetangga, diduga kehabisan darah akibat luka tembak dibagian kaki.

“Korban Boby Sandi, diduga kehabisan darah karena luka tembak saat bersembunyi di salah satu kamar anak Absah, warga setempat,” kata Zaki, warga RW 02, Kampung Pugur, Kelurahan Lengkong Kulon, Pagedangan, Minggu (24/3/2019).

Sebelum ditemukan pemilik rumah Absah di dalan kamar anaknya, tambah dia, Minggu dini hari dirinya memang sempat bertemu sejumlah petugas berpakaian preman dengan membawa sepucuk senjata di jalan lingkungan tengah mengejar orang yang diduga sebagai pengedar narkoba.

“Semalem sekitar jam setengah dua dinihari saya denger ada empat kali suara ledakan seperti petasan karena curiga saya keluar rumah, ” katanya yang kemudian bertemu sejumlah pria berjalan sambil menenteng pistol dan kemudian diketahui bahwa mereka petugas tengah mengejar pejahat buruannya yang melarikan diri.

“Tapi pas dicari-cari nihil. Polisi sempet bilang lagi ngejar pengedar narkoba, karena gak ketemu akhirnya bubar,” imbuhnya.

Namun ia kaget saat mendengar ada penemuan mayat seorang pria berkaos merah bercelana jeans di salah satu kamar rumah Absah tetangganya. Mungkin saat dicari petugas, korban ngumpet di salah satu kamar Pak Absah dan ditemukan meninggal dunia akibat kehabisan darah karena ada luka tembak dibagian kaki.

Sementara itu, Absah,51, pemilik rumah, mengatakan dirinya sama sekali tidak menyangka kalau rumahnya dimasuki orang dan meninggal dunia di dalam kamar anaknya.

“Sudah beberapa hari ini pintu rumah memang tidak dikunci, ” ujarnya. Saat bangun pagi, dirinya kaget melihat anaknya ada dan tidur dirumah selama ini anaknya kos di luar kota. Ia mengira pria berbaju merah dan bercelana jeans yang tertidur pulas dikira anaknya. Tapi ketika didekati dan akan dibangunkan, Absah terkejut karena bukan anaknya dan sudah meninggal dunia.




Melihat hal itu langsung Absah berteriak minta tolong. Warga sekitar langsung berdatangan dan melaporkan ke petugas kepolisian setempat.

Menurut Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan didampingi Kapolsek Serpong Kompol Luckyto dan Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Kresno Murti Putranto, Minggu (24/3/2019), pria yang diketahui bernama Boby Sandy adalah tersangka pengedar narkoba yang memang sedang diburu polisi. Bahkan kata AKBP Ferdy Irawan, anak buahnya telah menelusuri rumah sakit, puskesmas dan klinik 24 jam untuk mencari keberadaan tersangka pengedar dan bandar narkoba yang tengah diburu petugas.

“Tim vipers Polres Tangsel sempat menanyakan serta menelusuri rumah sakit, puskesmas dan klinik 24 jam untuj mengetahui apakah ada pasien yang terluka akibat tembakan petugas atau tidak, ” kata Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan .

Anggotanya melacak keberadaan Boby Sandy, 23 tahun, warga yang kena tembakan di bagian kaki.

Diakui oleh Kapolres, saat akan disergap petugas di kawasan tersebut tersangka sempat melawan dengan senjata tajam dan melarikn diri.

Menurut Kapolres, melihat aksi nekat tersangka akhirnya petugas memberikan tembakan peringatan dua kali ke udara sebelum akhirnya membidik kaki tersangka untuk melumpuhkannya. Namun, tersangka Boby Sandi tetap berusaha kabur hingga menghilang dari kejaran petugas.

Akhirnya polisi mendapatkan informasi adanya penemuan mayat tidak dikenal di salah satu rumah warga yaitu rumah Absah . Ternyata yang tewas bernama Boby Sandi karena diduga kehabisan darah akibat luka tembak di bagian kaki yang dilakukan polisi. (jo-5)


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.