Anggota MPR RI Sosialisasi 4 Pilar di Pati, Ingatkan Pentingnya Persatuan dan Kesatuan - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Anggota MPR RI Sosialisasi 4 Pilar di Pati, Ingatkan Pentingnya Persatuan dan Kesatuan

Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dr Evita Nursanty saat melakukan sosialisasi empat pilar MPR RI di Pati, Jawa Tengah.
PATI, JO- Dr Evita Nursanty, MSc, anggota MPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah (Jateng) III meliputi Kabupaten Pati, Blora, Rembang dan Grobogan mengingatkan bahaya yang mengintai anak bangsa Indonesia dewasa ini di tengah maraknya konten-konten di media sosial yang mengadu-domba, ujaran kebencian dan intoleran.

Generasi muda, kata Evita Nursanty, harus menjaga persatuan dan kesatuan dengan terus mengamalkan dan mengaplikasikan nilai-nilai luhur Pancasila, UUD 1945, Bhinaeka Tunggal Ika dan NKRI dalam kehidupan sehari-hari.

Hal itu disampaikan anggota MPR dari Fraksi PDI Perjuangan Dr Evita Nursanty, MSc saat melakukan sosialisasi pilar-pilar MPR di Gedung Haji Assalam, Desa Minto Mulyo, Jalan Juwana, Pati. Minggu (3/2/2019).


Acara sosialisasi yang berlangsung sejak pukul 13.00 – 16.30 WIB itu dihadiri wakil bupati Pati, kepala desa dan perangkat desa, tokoh masyarakat setempat serta masyarakat Desa Minto Mulyo.

“Setiap saat media sosial kita dipenuhi dengan hoax, ucapan-ucapan yang saling menghujat antar-anak bangsa sendiri. Ini sangat membahayakan bagi persatuan dan kesatuan Indonesia ke depan. Teknologi informasi dan komunikasi harus kita manfaatkan dengan baik untuk menunjang pembangunan, bukan untuk memecah belah dan meretakkan hubungan,” ujar Evita.




Dikatakan, walapun bangsa Indonesia mempunyai latar belakang yang berbeda baik dari suku, agama, dan bangsa tetapi adalah bangsa Indonesia. Pengukuhan ini telah dideklarasikan semenjak tahun 1928 yang terkenal dengan nama "Sumpah Pemuda".

Namun, sekarang Bhinneka Tunggal Ika pun ikut luntur, banyak anak muda yang tidak mengenalnya, banyak orang tua lupa akan kata-kata ini, banyak birokrat yang pura-pura lupa, sehingga ikrar yang ditanamkan jauh sebelum Indonesia merdeka memudar.


“Demikian empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang semestinya harus kita jaga, pahami, hayati dan laksanakan dalam pranata kehidupan sehari-hari, dimana Pancasila yang menjadi sumber nilai menjadi idealogi, UUD 45 sebagai aturan yang mestia ditaati, dan NKRI adalah harga mati, serta Bhinneka Tunggal Ika adalah perekat semua rakyat. Maka dalam bingkai 4 pilar tersebut yakinlah tujuan yang dicita-citakan bangsa ini akan terwujud,” sambungnya. (jo-2)


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.