Rahmijati Jahja Ingatkan Pentingnya Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Rahmijati Jahja Ingatkan Pentingnya Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Anggota DPD RI Rahmijati Jahja saat sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Rabu (5/12/2018).
GORONTALO, JO- Pancasila adalah dasar Negara Indonesia yang digunakan untuk pedoman bangsa Indonesia dalam berperilaku dan bercita–cita. Pancasila tersebut dicetuskan agar supaya bangsa Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk berdiri hingga saat ini dan tidak lagi dijajah oleh bangsa lain.

“Negara tanpa dasar, bagaikan rumah tanpa fondasi. Maksudnya adalah ketika negara tidak mempunyai dasar mengapa negara itu terbentuk, maka akan mudah runtuh atau dijajah oleh bangsa lain. Dasar negara merupakan kaki untuk berpijak, dimana kaki tersebut harus kuat dan kokoh,” kata anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Rahmijati Jahja, saat melakukan sosialisasi empat konsensus dasar: Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Rabu (5/12/2018).

Menurutnya, Pancasila menjadi sebuah sumber dari segala sumber hukum yang mengatur seluruh pemerintahan, wilayah dan masyarakat Indonesia. Seperti disampaikan Presiden Soekarno, Pancasila ialah sebuah isi dalam jiwa bangsa Indonesia yang secara turun-temurun ada dalam setiap jiwa warga negara Indonesia.

Namun sejak bergulirnya reformasi, orang enggan berbicara tentang Pancasila, karena dipandang bahwa Pancasila belum atau tidak mampu untuk mengantar bangsa Indonesia menuju kemajuan bangsa. Bahkan ada yang berkesimpulan bahwa Pancasila inilah yang mengantar ke kemerosotan dan krisis multidimensional.

“Ternyata setelah sekitar enam tahun reformasi bergulir dengan meninggalkan Pancasila dan mencoba untuk menerapkan prinsip atau asas lain, kehidupan perpolitikan, ekonomi dan kemasyarakatan bukan bertambah baik, tetapi bertambah semrawut,” sambung Senator asal dapil Gorontalo ini.

Dia pun menjabarkan pentingnya implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Dalam kehidupan sehari-hari pastinya kita harus bersikap baik, Pancasila sebagai pedoman bagi seluruh warga negara Indonesia seharusnya lebih dari cukup untuk menjadi arah hidup kita dalam berbangsa dan bernegara.”




Dikatakan, Sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

“Seharusnya dalam sila pertama ini,warga Negara Indonesia sudah jelas dan mengerti tentang Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Rahmijati Jahja.

Sila kedua yaitu Kemanusian yang adil dan beradab. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.

Sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia. “Kita sebagai warga negara Indonesia harus Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan,” ucapnya.

Sila keempat yaitu Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama dan tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.

Sementara Sila kelima yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Menurut Rahmijati Jahja, terkait hal ini perlu dikembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan, sikap adil terhadap sesama.

“Tingkatkan rasa kerjasama kepada siapapun untuk meningkatkan keadilan satu sama lain, tidak saling melempar kesalahan satu sama lain,” katanya. (jo-2)


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.