Angka dan Korban Kecelakaan Lalu Lintas 2018 Meningkat Dibanding 2017 - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Angka dan Korban Kecelakaan Lalu Lintas 2018 Meningkat Dibanding 2017

Kecelakaan (Ilustrasi)
JAKARTA, JO- Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mencatat angka dan korban kecelakaan lalu lintas pada 2018 ini meningkat dibandingkan 2017 lalu. Mayoritas para korban berusia produktif yakni, 21 hingga 30 tahun.

Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum (Kasubdit Bin Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, hingga September 2018, tercatat ada sebanyak 4.286 kasus kecelakaan lalu lintas dengan jumlah korban 5.152 orang.

"Dibandingkan tahun lalu, pada 2018 ini mengalami kenaikan. Pada 2017 lalu, terjadi 4.124 kasus, dengan jumlah korban sebanyak 4.837 orang," kata AKBP Budiyanto kepada wartawan pada Minggu (28/10/2018).

AKBP Budiyanto merinci, pada 2018 jumlah korban meninggal dunia sebanyak 410 orang, 664 orang luka berat, dan 4.079 orang luka ringan. Sedangkan 2017 lalu, sebanyak 435 orang meninggal dunia, 844 orang luka berat, dan 4.837 orang luka ringan.




AKBP Budiyanto menuturkan, kerugian meteri akibat kecelakaan pada 2018 ini mencapai Rp10.492.825.000. Dengan nilai terbesar, yakni Subdit Gakkum sebesar Rp2.949.000.000, kemudian disusul Satlantas Jakarta Timur Rp1.859.900.000, dan Jakarta Selatan Rp1.295.425.000.

“Tapi bila mengerucutkan dari benda, Jakarta Timur menjadi yang terbanyak 1.055, Subdit Gakkum 825, dan Kabupaten Bekasi 705,” tuturnya.

Bila membandingkan kerugian materi di waktu yang sama pada 2017, Budiyanto melihat mengalami penurunan, dengan 4.124 kasus, kerugian materi mencapai Rp12.735.050.000 dari 5.817 benda.

AKBP Budiyanto melanjutkan, meskipun jumlah kecelakaan meningkat 4%, namun korban meninggal dunia menurun 6% dan korban meninggal luka berat menurun 21%. Kenaikan signifikan terjadi di luka ringan sebesar 15%.

"Dari sisi usia, korban dan pelaku kecelakaan lalu lintas terbanyak terjadi pada usia produktif, yakni 21-30 tahun. Tercatat sebanyak 1.975 orang telah menjadi korban di tahun 2018. Meningkat 4% dibandingkan 2017 sebanyak 1.894 orang," ujarnya. (jo-5)

Diberdayakan oleh Blogger.