Masyarakat dan Industri Pariwisata Siap Sambut Tamu Asian Games - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Masyarakat dan Industri Pariwisata Siap Sambut Tamu Asian Games

Rustam Effendi
JAKARTA, JO-Walikota Jakarta Barat Rustam Effendy menegaskan untuk menyambut pesta olahraga Asian Games XVIII tahun 2018 yang akan dilaksanakan di Indonesia (Jakarta-Palembang) para pelaku usaha industri pariwisata harus mendukung dan memberikan pelayanan yang lebih baik.

Hal itu disampaikan Rustam saat pembukaan sosialisasi Peraturan Gubernur No 18 tahun 2018, dan pembinaan tentang jaminan produk halal bagi pengusaha industri pariwisata di Gedung A Wijaya Kusuma lantai 2 Kantor Walikota Jakarta Barat, Selasa (31/7/2018).

Dikatakannya, nanti ada 45 negara akan datang ke Jakarta pada Asian Games, sehingga masyarakat Jakarta harus siap menyambut mereka dan memberikan pelayanan sebaik baiknya.

"Ini peluang besar yang harus kita raih. Pesta Asian Games Itu adalah barang langkah untuk menjadi tuan rumah.Jadi tuan rumah itu rebutan karena sangat menguntungkan ekonomi yang luar biasa. Jadi sangat disayangkan kalau kita lewatkan begitu saja," ucap Rustam.




Walikota Jakarta Barat juga berpesan supaya seluruh pelaku usaha industri oariwisata yang ada di Jakarta Barat ini bersama-sama menyambut pesta Asian Games XVIII tahun 2018.

"Saya sudah keliling memantau-mantau usaha industri pariwisata dan restoran masih sebagian usaha yang sudah menerapkan suasana yang berkesan memasang tanda tanda seperti lampu, umbul-umbul dan nuansa lainnya yang berkesan menyambut pesta Asian Games. Tapi ada juga sebagian hotel dan rumah makan yang tidak perduli, tidak memasang tanda-tanda itu bahwa Jakarta Barat sebagai tuan rumah Asian Games," ujarnya.

Rustam sendiri mengaku sudah menyampaikan surat himbauan untuk memasang atribut-atribut menyambut Asian Games di hotel, restoran dan di tempat usaha pariwiaata lainnya.

"Mari kita bersama sama menyiapkan suasana ditempat usaha kita menyambut Asian Games dan memberi pelayanan yang terbaik untuk tamu kita dari 45 Negara nantinya," harap Rustam. (jo-6)


Diberdayakan oleh Blogger.