Warga ke Gubernur Anies: Terakhir Banjir Tahun 2013 Pak - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Warga ke Gubernur Anies: Terakhir Banjir Tahun 2013 Pak

Anies Baswedan
JAKARTA, JO- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Selasa (6/2/2018) mengunjungi warga di Jalan Arus, Cawang, Jakarta Timur yang kebanjiran sejak Senin (5/2/2018).

Kedatangan itupun disambut antusias warga yang tengah mengungsi di tenda. Warga yang kebanyakan ibu-ibu itu menyampaikan curhatnya kepada Anies mengenai kejadian banjir kali ini, yang menurut mereka baru pernah mereka alami sejak 2013.

"Sudah lima tahun tak banjir baru kali ini. Terakhir tahun 2013, Pak," kata warga kepada Gubernur Anies Baswedan.

Anies sendiri terlihat hanya tersenyum saat mendengar keluhan itu.

Baca hotel terbaik di Paris, tulis komentarmu
Bandingkan harga hotel dan reviewnya di New York City
Baca review rental liburan di seluruh dunia
Ada apa di London? Cari hotel termurah dan nyaman disana!

Selain berkeluh kesah soal pengalaman banjir ini, warga juga meminta tikar dan selimut tambahan kepada Anies untuk di rumah masing-masing, termasuk agar gubernur mau membantu mereka mengatasi surat-surat penting yang rusak akibat terendam banjir, termasuk Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Terkait keluhan terakhir ini, Anies mengatakan surat-surat yang terendam itu termasuk KJP akan diganti. Dia pun memastikan agar mencatat apa saja surat yang rusak.

"Nanti dipastikan, semua dicatat, kalau ada Kartu Keluarga, syarat-syarat yang rusak nanti diganti semua. KJP juga," kata Anies.

Tak lupa Anies mengimbau agar warga menggunakan karbol saat membersihkan rumah pasca banjir agar tidak ada bakteri. "Biar nggak ada bakteri, biar anak-anak nggak sakit, apalagi tadi ada bayi," kata Anies.

Dalam perkembangan lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) DKI Jakarta menginformasikan ketinggian air di Bendung Katulampa, Bogor, Jawa Barat, kembali naik pada Selasa (6/2/2018) petang. Pantauan mereka pukul 17.15, ketinggian air mencapai 150 sentimeter atau berstatus siaga 2.

Ketinggian air ini naik sejak pukul 16.00, dari ketinggian 70 sentimeter atau siaga 4. BPBD menyampaikan dalam sembilan jam ke depan atau pukul 02.00 dini hari, air akan sampai di pintu air Manggarai.

Wilayah di sodetan Ciliwung dan Banjir Kanal Barat yang berpotensi terdampak di Jakarta Selatan yakni Srengseng Sawah, Pejaten Timur, Kalibata, Pengadegan, Rawajati, Kebon Baru, Bukit Duri, Pasar Manggis, dan Guntur.

Sementara di Jakarta Timur yang berpotensi terdampak yakni Balekambang, Cawang, Cililitan, Kebon Manggis, Bidara Cina, dan Kampung Melayu. (jo-9)




Diberdayakan oleh Blogger.