Raja Saudi Berhentikan Panglima Militer dan Angkat Wanita untuk Wakil Menteri - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Raja Saudi Berhentikan Panglima Militer dan Angkat Wanita untuk Wakil Menteri

Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud
JAKARTA, JO- Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud telah memberhentikan panglima militer dan jenderal tinggi lainnya di tengah perang kerajaan itu melawan Yaman. Selain itu, kerajaanjuga mengangkat seorang wanita bernama Tamadur binti Youssef al-Rama menjadi wakil menteri tenaga kerja.

Dalam sebuah reshuffle yang diumumkan Senin (27/2/2018) malam waktu setempat, Panglima Angkatan Bersenjata Saudi Abdulrahman al-Banyan dan Kepala Staf Angkatan Udara Mohammed al-Qatibi diminta untuk pensiun dan enam jenderal dipromosikan untuk ditunjuk sebagai komandan senior.

Jenderal Abdulrahman al-Banyan, yang sebelumnya adalah Kepala Staf Gabungan angkatan bersenjata Arab Saudi, ditunjuk untuk menjadi penasihat istana kerajaan, menurut laporan Al Arabiya. Dia digantikan oleh Letnan Jenderal Fahd bin Turki, yang sebelumnya bertanggung jawab atas pasukan darat negara tersebut.

Perombakan tersebut, kata para analis, tidak terkait langsung dengan aksi militer tiga tahun Arab Saudi di Yaman melawan gerakan bersenjata bersenjata Houthi Iran.

Baca hotel terbaik di Paris, tulis komentarmu
Bandingkan harga hotel dan reviewnya di New York City
Baca review rental liburan di seluruh dunia
Ada apa di London? Cari hotel termurah dan nyaman disana!

Keputusan tersebut mencakup mengadopsi strategi baru untuk merestrukturisasi kementerian pertahanan dengan memperbaiki organisasi dan pemerintahan.

Kontrak pertahanan dengan perusahaan AS dan Eropa telah lama menjadi sumber korupsi dan Pangeran Mohammed mengatakan dalam sebuah wawancara televisi bahwa "tidak dapat diterima" bahwa pengeluaran militer yang tinggi belum tampak berdampak ke dalam kinerja yang lebih baik.

Seorang sumber yang akrab dengan rencana restrukturisasi kementerian pertahanan mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya bertujuan untuk mengurangi inefisiensi dan korupsi namun masih dapat menghadapi perlawanan.

Khalid Biyari, menunjuk seorang pembantu menteri pertahanan, meninggalkan jabatan sebelumnya sebagai chief executive Saudi Telecom, sebuah tanda kemungkinan bahwa pangeran mahkota tengah merancang sektor swasta untuk melaksanakan reformasi. (jo-4)





Diberdayakan oleh Blogger.