Pushidoral Menerima Kunjungan Dua Perwira dari Pusat Pendidikan TLDM

Tukar menukar cenderamata antara Dirpamkersamtas Kolonel Laut (E) Yanuar Handwiono dengan CDR. Shamshol Bin Md Shah dari TLDM.
JAKARTA, JO- Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menerima Kunjungan kehormatan dua perwira Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM), yaitu CDR Shamshol Bin Md. Shah dan CDR Ahmad Rashidi Bin Othman.

Kunjungan dua perwira Malaysia tersebut diterima OLEH Direktur Pengamanan Kerjasama dan Perbatasan (Dirpamkersamtas) Kolonel Laut (E) Yanuar Handwiono, mewakili Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro di Mako Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara, Selasa (22/11). Adapun kunjungan 2 Perwira TLDM tersebut , merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan Perwira TLDM ke TNI AL pada kegiatan Senior Officer Exchange Program (SOEP) dan Junior Officer Exchange Program (JOEP).

Pada kesempatan tersebut, Dirpamkersampas memaparkan tentang tugas pokok, peran dan kiprah yang telah, sedang dan akan dilaksanakan Pushidrosal, serta produk-produk yang dihasilkan seperti Peta Laut Indonesia (PLI), baik peta kertas maupun elektronik (Electronic Navigational Chart/ENC) dan publikasi nautika untuk kepentingan keselamatan navigasi dan pelayaran di wilayah perairan Indonesia.

Juga disampaikan bahwa peran Pushidrosal tidak hanya terbatas dalam aspek turut keselamatan navigasi dan pelayaran tetapi juga dalam mendukung perundingan batas-batas maritim Indonesia dengan negara tetangga, pembangunan infrastruktur maritim dan konektivitas antar pulau, serta kepentingan khusus lainnya mulai dari operasi militer, sampai dengan publikasi peta wisata bahari, serta perlindungan lingkungan laut.

Hotel Paling Romantis. Berapa Sih Tarifnya!! Hemat 25% untuk Setiap Hotel Tempat Anda Menginap & Baca Ulasannya
Cari Tahu Tarif Hotel Terkini di Medan
Cari Tahu Tarif Hotel Terkini di Palembang

Selanjutnya Dirpamkersamtas menyampaikan arti penting produk Pushidrosal terutama ditinjau dari posisi geografi Indonesia yang terletak di antara dua benua dan dua samudera dan merupakan Sea Lane of Communication (SLOC) dan Sea Lane of Oil Trade (SLOT), serta peran Pushidrosal dalam mendukung kebijakan pemerintah Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia khususnya dalam bidang hidro-oseanografi, maupun dalam pengembangan Marine Spatial Data Infrastructure (MSDI) sebagai cikal bakal dari National Spatial Data Infrastructure (NSDI), khususnya bila ditinjau dari perkembangan fungsi hidrografi dewasa ini yang tidak lagi meliputi aspek pemetaan laut semata, akan tetapi juga bagian penting dari pengembangan Blue Economy.

Juga disampaikan bahwa Pushidrosal pada tahun ini telah meningkatkan kapasitasnya pada lingkup kerjasama internasional dan regional pada tahun ini, dengan menjadi anggota salah satu anggota Dewan IHO. Selain aktif sebagai anggota East Asia Hydrographic Commission, pada pertengahan tahun ini Pushidrosal telah resmi menjadi anggota tetap dari North Indian Ocean Hydrographic Community (NIOHC) dan diagendakan untuk bergabung dengan South West Pacific Hydrographic Commission (SWPHC) pada awal tahun depan. Adapun latar belakang perluasan kerjasama reginal tersebut adalah bertujuan untuk mendukung terwujudnya Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Dari aspek pendidikan serta pelatihan bidang Hidrografi, Pushidrosal memiliki koneksitas serta komitmen yang kuat dalam mendukung terlaksananya kursus Hidrografi dengan akreditasi IHO kategori “B”, serta pendidikan gelar sarjana hidrografi maupun pendidikan kategori ‘A” yang dilaksanakan melalui kerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Menutup paparannya Dirpamkersamtas menyampaikan bahwa, dalam upaya untuk senantiasa menjamin akurasi dari peta untuk kepentingan navigasi dan pelayaran, Pushidrosal senantiasa melaksanakan kegiatan survei sepanjang tahun untuk pemutakhiran produk petanya, dengan berlandaskan kepada prioritas pada wilayah yang banyak terjadi perubahan pada lingkungan lautnya serta daerah yang relatif merupakan perairan dengan tingkat kepadatan perlintasan pelayaran yang tinggi, baik untuk kpentingan produksi peta navigasi kertas maupun peta navigasi elektronik (ENC). Dihadapkan dengan luasnya wilayah perairan Indonesia, kegiatan survei dan pemetaan hidrografi dapat dikatakan sebagai “Never Ending Project” pungkasnya.

Sebagai akhir dari rangkaian kunjungan ke Pushidrosal, kedua perwira TLDM tersebut memperoleh kesempatan untuk menyaksikan demo dari kemampuan Hydrographic Data Center yang telah operasional sejak awal tahun 2017. (jo-17)



Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.