Presiden Putin Sebut Pembunuhan Dubes Rusia sebagai Provokasi - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Presiden Putin Sebut Pembunuhan Dubes Rusia sebagai Provokasi

Dubes Rusia untuk Turki Andrei Karlov saat memberikan pidato sesaat sebelum penembakan.
JAKARTA, JO- Dubes Rusia untuk Turki Andrei Karlov,62, ditembak mati di Ankara, Senin (19/12). Presiden Rusia Vladimir Putin pun bereaksi. Menurutnya, tindakan ini sebagai provokasi untuk merusak hubungan Moskow dan Ankara, serta mengganggu upaya internasional untuk menyelesaikan konflik di Suriah.

Dalam pertanyaannya, Selasa (20/12), seperti dikutip AFP, Putin menegaskan akan meningkatkan perang melawan terorisme, dan mereka akan merasakannya.

"Kejahatan ini tidak dapat diragukan lagi merupakan provokasi untuk mengganggu normalisasi hubungan Rusia-Turki dan proses perdamaian di Suriah, yang secara aktif dipromosikan Rusia, Turki, Iran," kata Putin usai melakukan rapat dengan pejabatnya.

Rapat itu dihadiri antara lain Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, Kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Sergei Naryshkin, dan petinggi Dinas Keamanan Federal Alexander Bortnikov.

Putin mengatakan, Moskwa akan mengirimkan penyidiknya ke Ankara membantu aparat Turki menyelidiki pembunuhan Karlov.

Keinginan Putin mengirim penyidiknya itu dilakukan setelah mendapat lampu hijau dalam percakapan pertelepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

"Kita harus mengetahui siapa yang mengarahkan tangan si pembunuh itu," kata Putin.

Karlov ditembak mati pada pembukaan pameran seni di Ankara oleh polisi Turki dengan menyerukan "Aleppo" dan "Allahu Akbar". Moskwa menyebut aksi itu sebagai "aksi teroris".




Erdogan dan Putin sudah memberikan pernyataan dan mengecam seragan yang ditujukan untuk merusak hubungan kedua negara.

Menurut Erdogan, dia sudah menerima usulan Putin untuk membentuk tim investigasi bersama demi membongkar otak di balik pembunuhan itu.

Karlov tengah menyampaikan pidato di podium saat pembukaan pameran foto bertajuk "Rusia dari Pandangan Orang-orang Turki" di Gedung Cagdas Senat Merkezi, Ankara, Senin (19/12) saat penembakan itu terjadi.

Si pelaku diketahui adalah salah satu tamu di acara tersebut mengeluarkan pistol lalu menembak sang duta besar. Pelaku dilumpuhkan. Karlov sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tak tertolong.

Pria ini masuk ke galeri menggunakan kartu identitas polisi. (jo-4)

Sebelum ke Yogyakarta, Cek Dulu Tarif Hotel dan Ulasannya
Ke Bandung? Cek Dulu Hotel, Tarif dan Ulasannya Disini
Cek hotel di Lombok, bandingkan harga dan baca ulasannya
Liburan ke Surabaya? Cari hotel, bandingkan tarif dan baca ulasannya
Cek hotel di Parapat, Danau Toba, bandingkan harga dan baca ulasannya
Bengkulu yang Sedang Bersinar, Cek hotel dan baca ulasannya




Diberdayakan oleh Blogger.