Kantornya Digeledah Polisi, H Lulung Mengaku Tidak Tahu

Lulung dan Ahok
JAKARTA, JO- Anggota Bareskrim Mabes Polri menggeledah ruang kerja Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (H Lulung) di Gedung DPRD terkait kasus koruspi UPS. Lulung sendiri mengaku tidak tahu karena sedang berada di Manado, Sulawesi Utara.

Penggeledahan berlangsung di Lantai 9 Gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Penyidik korupsi pengadaan UPS itu juga menggeledah ruangan Komisi E DPRD.

Para penyidik terlihat membolak-balik dokumen di ruangan Lulung. Pada lantai 9 terdapat 5 ruangan yang merupakan kantor Wakil Ketua DPRD DKI. Polisi kemudian memasang police line.

"Saya sedang berada di Manado, jadi saya tidak tahu penggeledahan itu," kata Lulung saat dihubungi wartawan dari Jakarta, Senin (27/4).

Penyidik polri terlihat mempusatkan perhatiannya di salah satu ruangan yang jadi fokus penyidik adalah ruangan file Komisi E DPRD, komisi yang membidangi kesejahteraan rakyat. Terlihat ada penyidik yang memilah dokumen kemudian memasukkannya ke dalam karung plastik untuk diamankan.

Sedianya dua anggota DPRD yaitu Lulung dan Fahmi Zulfikar diperiksa Bareskrim dalam kasus pengadaan UPS di Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat dan Jakarta Pusat hari ini.

Mereka diperiksa sebagai saksi saat duduk di Komisi E DPRD. Namun keduanya tidak datang dengan alasan sedang berada di luar negeri.

Selain Alex Usman, ada Zaenal Sulaiman yang ditetapkan tersangka oleh Bareskrim. Dia berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jakarta Pusat. Keduanya dijerat Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
(Jo-3)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.