Kampung Apung saat dikeringkan.
JAKARTA, JO- Berlarut-larutnya proses pendataan dan relokasi makam yang dilakukan Sudin Pemakaman di Kampung Apung, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar), membuat kerja keras petugas PU Tata Air Jakbar untuk mengeringkan lumpur dan air yang merendam makam seluas 2 hektar ini menjadi sia-sia.

Masalahnya, lahan yang berisi sebanyak 3.800 makam sudah mengering sehingga seharusnya sudah bisa direlokasi, tapi akibat pendataan lambat, menjadikan lahan itu kembali terendam.

"Pemakaman ini sudah sempat mengering, tapi urusan pendataan dan relokasinya lamban sehingga menyebabkan makam kembali terendam," kata Aisah warga kepada JakartaObserver.com, di Jakarta, Selasa (1/7).

Aisyah malah menyebut pendataan Sudin Pemakaman ini setengah hati, karena sampai hari ini belum juga selesai-selesai.

"Kami kuatir apa yang dilakukan pihak PU Tata Air menjadi sia-sia saja," sambungnya.

Sebelumnya, Walikota Jakbar HM Anas Efendi pernah meminta warga Kapuk Teko atau lebih dikenal Kampung Apung untuk bersabar karena pihak pemkot sedang melakukan upaya penataan Kampung Apung serta relokasi makam.

"Kita harapkan warga bersabar, kita sedang melakukan pendataan bagi ahli waris makam," ucap Walikota. (leman)

Jalan-jalan ke Las Vegas? Cek Daftar Hotel, Bandingkan Tarif dan Baca Ulasannya

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.