Takut Gratifikasi dan Tak Mau Diistimewakan, Ahok Tolak Hadiah "Infinite Card"

Basuki T Purnama
JAKARTA, JO- Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) rupanya punya ketakutan ditangkap KPK karena menerima gratifikasi. Meski sudah dijelaskan "Infinite Card" yang diberikan Senayan City hanya kartu diskon dan dapat privilege dibandingkan pengunjung lainnya, Ahok pun menolaknya.

Penolakan itu terjadi saat Ahok menghadiri acara "Jakarta Souvenir Design Award" di Mal Senayan City, Jakarta Selatan, Sabtu (21/6). Usai menyampaikan sambutan, Presiden Direktur Senayan City Arisman Wijaya menyerahkan plakat dan infinite card sebagai kenang-kenangan kepada Ahok.

Tapi baru saja diberikan, Ahok tampak bingung dengan pengumuman yang disampaikan pembawa acara tentang pemberian kartu diskon itu. Dia lantas buru-buru meminta penjelasan apa itu "Infinite Card" itu.

"Tunggu dulu, tunggu dulu, ini harus dijelaskan dulu, ini kartu apa? Kalau kartu ini untuk diskon sepuasnya saya sih senang, tapi nanti saya bisa ditangkap KPK," kata Ahok meminta penjelasan di depan para hadirin.

Presiden Direktur Senayan City Arisman Wijaya pun menjadi sasaran pembawa acara yang gelagapan tidak bisa memberikan jawaban. Arisman kemudian mencoba mengambil-alih dan memberikan penjelasan kepada Ahok.

Menurut Arisman, ini hanya kartu diskon untuk mendapatkan diskon terbesar, dan pemegang kartu ini pun mendapat keistimewaan pelayanan dibandingkan pengunjung lain yang tidak memilikinya.

Mendapat penjelasan itu, Ahok rupanya bukan malah tenang tapi makin gelisah. Dengan cepat ia pun memutuskan untuk tidak menerima kartu kenang-kenangan itu, dan meminta maaf kepada pihak Senayan City.

"Maaf, bukannya saya tidak menghormati, tapi saya enggak bisa menerima kartu ini. Karena dalam Undang-undang ini tergolong gratifikasi oleh KPK," katanya.

Sikap Ahok rupanya mendapat sambutan baik dari para pengunjung, yang kemudian memberinya applus.

Menurut Ahok, dirinya tidak memiliki waktu untuk berbelanja di mal, dan dirinya tidak mau memanfaatkan jabatan sebagai plt gubernur, dan tidak ingin diberikan keistimewaan. "Saya ini hanya pembantu lumah tangga (plt-red) gubernur," katanya.

Ia menyarankan sebaiknya kartu semacam ini diberikan kepadanya nanti saat dirinya pensiun. (jo-5)

Mengunjungi London? Cek Daftar Hotel, Bandingkan Tarif dan Baca Ulasannya

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.