Pengidap HIV/AIDS di Kalangan Pelajar di Bogor Meningkat

Ilustrasi
BOGOR, JO- Dinas kesehatan Kota Bogor mengungkapkan, jumlah pelajar pengidap penyakit HIV/ AIDS di Bogor bertambah tiap tahun. Tahun 2012 hingga 2014 saat ini jumlahnya 50 orang. dan berpotensi meningkat jika tidak diantisipasi.

Namun begitu, Kepala P3PL Dinas Kesehatan Kota Bogor Dr Edi Dharma menyebut, penyebabnya masih diselidiki,apakah akibat seks bebas atau akibat pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik.

"Kita masih selidiki," kata Edi Dharma, hari ini.

Sebelumnya Walikota Bogor,Bima Arya Sugiarto terkejut kalau di wilayahnya jumlah penderita Orang dengan HIV/AIDS (ORDHA) di wilayahnya sangat tinggi.

Posisi Bogor peringkat ketiga se-Jawa Barat dan peringkat kelima se-Indonesia. "Angka ini sangat mengkhawatirkan," kata Bima Arya.

Edi Dharma mengakui, penularan virus mematikan itu telah memasuki dunia pendidikan, dan pihaknya secara rutin melakukan intervensi dan melakukan penyuluhan ke sekolah. "Kita juga memberikan obat anti-restro virus terhadap anak ini sejak bayi dan diamati sampai dewasa,kita berusaha agar tidak sampai meninggal," katanya.

Menurutnya, obat antirestro virus berfungsi untuk obat mencegah virus tersebut berkembang atau bertambah banyak dalam sel T. Obat ini bukan untuk mematikan virus.

Sementara dari data Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Daerah (KPAD) Kota Bogor mencatat,sejak tahun 2011 angka penderita terus meningkat, kini jumlahnya mencapai 2.015 orang dimana 80 persen diantaranya usia produktif 25 hingga 29 tahu(jo-12)

Jalan-jalan ke Las Vegas? Cek Daftar Hotel, Bandingkan Tarif dan Baca Ulasannya

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.