Masukkan Nama ke Kartu Keluarga di Cengkareng Barat Bayar Rp400 Ribu

Kantor Kelurahan Cengkareng Barat
JAKARTA, JO- Seorang Ibu rumah tangga bernama Eli, warga Kelurahan Cengkareng Barat mengaku kaget ketika hendak memasukkan Nomor Induk Kependudukan Nasional keponakannya yang masih SD, ke dalam kartu keluarga miliknya dirinya dimintai uang Rp 400 ribu.

Peristiwa itu dialaminya di Kelurahan Cengkareng Barat, Jakbar, saat berusaha mengurus keponakannya yang hendak pindah sekolah ke Jakarta karena orang tuanya yang pindah dinas.

"Saya mau mendaftarkan dia sekolah di Jakarta, dan sebagai syaratnya dibutuhkan kartu keluarga. Berbekal surat pidah dari tempat asal saya meminta isteri saya pergi ke kelurahan," ungkap Sutarjo, suami Eli di Jakarta, hari ini.

Saat berada di kelurahan itu, petugas loket awalnya menolak dengan alasan tidak ada surat kelakuan baik dari kepolisian tempat asal keponakannya. Eli mengaku bingung karena untuk apa anak yang masih SD perlu keterangan dari polisi, sementara untuk mengurus surat kelakuan baik juga diperlukan KTP.

"Anehnya, si petugas kemudian mengatakan bisa membantu asal mau memasukkan nama anak itu ke KK namun dengan meminta bayaran Rp400 ribu. Karena merasa perlu terpaksa saya bayar juga," kata Sutarjo.

Ketika wartawan mencoba untuk mencari kebenaran informasi yang disampaikan Sutarjo ke Kelurahan Cengkareng Barat, wartawan berhasil menemui seorang petugas loket bernama H. H sendiri membenarkan dirinya lah yang menerima berkas dari Ibu Eli, dan sudah diteruskan ke Kasubsi Kependudukan dan Catatan Sipil bernama G.

Namun saat ditanya soal uang Rp400 ribu, H bungkam, dan hanya mengatakan, "saya meneruskan ke Pak G. Saat hal itu ditanyakan ke G, G tidak ada di tempat. (lian)


Jalan-jalan ke Las Vegas? Cek Daftar Hotel, Bandingkan Tarif dan Baca Ulasannya

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.