Ilustrasi
JAKARTA, JO- Anak umur 3 tahun, Diva Putri Andriyani yang tewas di tangan pengasuhnya, Liani, 17, diketahui sudah lama mengalami kekerasan berulang dalam waktu berbeda. Terakhir, bocah itu tewas karena kekerasan benda tumpul di bagian kepalanya.

Hal itu diketahui setelah polisi melakukan otopsi di RSCM, Jakarta Pusat (Jakpus), sebagaimana disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Jakarta, Minggu (4/5).

"Penyebab kematian korban adalah kekerasan benda tumpul di kepala. Dalam pemeriksaan ditemukan luka-luka pada hampir seluruh bagian tubuh dengan luka berbeda-beda, menunjukkan bahwa korban mengalami kekerasan berulang dengan waktu berbeda," katanya.

Selain luka gigitan di dada dan punggung, ditemukan juga memar dan bengkak di kepala, pipi, punggung, perut.

Korban diduga kuat dibunuh Liani, karena kesal Diva membawa tas milik suaminya, Riki saat bermain ke rumah tetangganya di Kampung Baru, Cakung, Pulogadung, Jaktim. Tas itu diketahui berisi STNK milik Riki.

Seperti diberitakan JakartaObserve.com sebelumnya, Diva adalah putri Andre, seorang sopir Metromini, yang menitipkan putrinya itu ke Liani dan Riki. Awalnya, Diva dalam kondisi kritis dibawa ke Klinik Al Falah Klender, lalu dirujuk RS Persahabatan.

Di rumah sakit terakhir ini lah Diva mengembuskan nafas terakhirnya, dan pihak rumah sakit yang curiga dengan luka-luka Diva, dengan luka gigit di dada dan punggung, melaporkannya ke polisi. (jo-5)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.