Butuh 13.000 Volunteer Asian Games 2018, Pendaftaran Sudah Dibuka

Asian Games 2018
JAKARTA, JO- Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir, Kamis (28/9/2017) resmi membuka rekrutmen sukarelawan (volunteer) ditandai dengan peluncuran secara resmi portal volunteer.

Para relawan yang terpilih nantinya akan terlibat sebagai staf dan workforce Asian Games pada 18 Agustus-2 September 2018. Rekrutmen ini dibuka rekrutmen untuk 13 ribu sukarelawan.

"Dibutuhkan 13 ribu sukarelawan untuk membantu pelaksanaan. Pendaftaran bisa dilakukan secara online," ujarnya, Kamis (28/9).

Erick berharap, anak-anak muda dapat ikut berpartisipasi sebagai sukarelawan dalam ajang olahraga ini. Terlebih, Asian Games merupakan ajang bergengsi di kancah internasional yang menarik diikuti para anak muda.

"Saya berharap sekali, banyak anak- anak muda Indonesia mendaftarkan diri dan ikut serta. Khususnya yang punya kualifikasi sesuai persyaratan, seperti bahasa asing," katanya.

Hotel Paling Romantis. Berapa Sih Tarifnya!! Hemat 25% untuk Setiap Hotel Tempat Anda Menginap & Baca Ulasannya
Cari Tahu Tarif Hotel Terkini di Medan
Cari Tahu Tarif Hotel Terkini di Palembang

Dikatakan, untuk mendaftar sebagai sukarelawan Asian Games, para calon bisa melakukan registrasi melalui website resmi Asian Games 2018 http://volunteer.asiangames2018.id. Pendaftaran rekutemen sendiri terbuka bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, terutama mahasiswa.

Adapun periode registrasi untuk test event resmi dibuka mulai 18 September hingga 23 Oktober 2017. Sedangkan pendaftaran untuk Games Times akan mulai dibuka Desember 2017.

"Untuk menghadapi test event resmi Asian Games 2018 di bulan Februari kami membutuhkan sekitar 2.000 volunteer," ucap Erick.

Ia menambahkan, departemen HR Volunteer sudah mempunyai 100 orang volunteer untuk melakukan Training of Trainee (TOT) kepada calon volunteer yang lulus tahapan seleksi. Pada kesempatan kali ini, pihaknya memberikan porsi 30 persen dari total kebutuhan kepada para volunteer dari luar Indonesia.

"Semua pendaftar akan melalui proses screening ketat dan melibatkan instansi terkait di pemerintahan," tandasnya. (jo-3)


Diberdayakan oleh Blogger.