Diajak ke Puncak, Sopir Taksi Grab Rampok dan Perkosa Langgannya - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Ads Top

Diajak ke Puncak, Sopir Taksi Grab Rampok dan Perkosa Langgannya

Korban pemerkosaan (Ilustrasi)
JAKARTA, JO- Sopir taksi online Grab bernama Fujiyanto,38, merampok dan memerkosaan perempuan berinisal D, yang biasa langganan menjadi penumpangnya. Sopir ini pun akhirnya ditangkap aparat Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Aris Supriyono mengatakan, Fujiyanto melancarkan aksinya tersebut pada Jumat, 1 Juni 2018. Saat itu pelaku menghubungi korban dan mengajak makan malam kemudian dilanjutkan nonton film di bioskop daerah Bogor, Jawa Barat.

"Sebelum film selesai, korban minta pulang ke Jakarta. Namun, korban dibawa oleh tersangka ke daerah Puncak Bogor, tersangka mengajak korban untuk bersetubuh," kata AKBP Aris saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (7/6/2018).

Namun, korban menolak ajakan pelaku dengan alasan sedang haid dan meminta pulang ke Jakarta. Akhirnya pelaku marah-marah dan membawa korban menggunakan mobilnya. Sesampainya di Megamendung pelaku mampir ke Indomaret membeli lakban.




Rupanya lakban itu dipersiapkan untuk membekap dan mengikat tangan serta kaki korban. Dalam keadaan terikat, Fujiyanto membawa korban korban ke daerah Cibinong dan selama perjalan pelaku menggasak handphone dan uang milik korban.

"Karena ketakutan, selanjutnya korban meminta tersangka untuk membuka ikatan kaki dan tangannya dan mau memenuhi keinginan tersangka untuk besetubuh. Di dalam mobil tersangka kangsung memperkosa korban," kata AKBP Aris.

Perbuatan Fujiyanto mulai tercium polisi setelah korban melapor. Korban ditangkap pada Senin, 4 Juni kemarin dan dijerat Pasal Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dan pasal 285 KUHP mengenai Pemerkosaan, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit handphone, lakban bekas, pakaian tersangka dan korban, serta satu unit mobil Honda Mobilio bernomor polisi B 4232 KFD yang digunakan pelaku melakukan pemerkosaan. (jo-5)

Diberdayakan oleh Blogger.