Anak Suka Diam Saja? Bunda Jangan Bangga Dulu, Harus Cek Tumbuh Kembangnya Ya

Kegiatan Tenda Sehat dalam rangka HUT ke-35 RS Tebet di Taman Tebet, Jakarta Selatan. Salah satu acaranya asalah Health Talk.
JAKARTA, JO- Ibu-ibu kadang bangga kalau melihat anaknya diam-diam saja walaupun sedang pub. Disenyumi juga diam. Ini bukan gejala biasa lho, bunda.

"Jangan bangga dulu ya kalau anak pub diam saja, terus untuk anak 3 bulan misalnya dia sudah bisa melirik dan senyum kalau kita senyum. Harus diperhatikan," kata dr Pulung, SpA dalam Health Talk Tenda Sehat dalam rangka HUT ke-35 RS Tebet di Taman Tebet, Jakarta Selatan, kemarin.

Selain dr Pulung, hadir juga dalam Health Talk itu dokter-dokter lain yang praktik di RS Tebet seperti dr Tagor Sidabutar, SpOG, dr Hartiningsih, SpA; dr Vic Boyle, SpRad; dr Yeyasa B Aroean, SpB (Trauma Center); dr. Dony Giovany, SpU; dr Dharmawan, SpKJ; drg Kusyola Constanty, dan dr Sorta B Sibuea, SpPD.

Seorang ibu, kata dr Pulung, harus memerhatikan tumbuh kembang anak sejak dari janin sampai setelah melahirkan. "Jangan hanya memberikan makan saja, harus diperhatikan tumbuh kembangnya."

Jangan pernah malu atau lupa untuk mengukur tinggi dan berat badan anak sebab itu juga indikator apakah seorang anak bertumbuh dan berkembang. Perhatikan mata dan telinganya apakah merespon.

"Ada ibu yang bertanya anaknya kok sudah 12 tahun tapi kemampuannya hanya seperti anak kelas 2 SD," sambung dr Pulung.

Dia pun mengingatkan anak-anak Indonesia tidak boleh kalah dengan anak negara lain sebab masa depan bangsa ini ada di tangan generasi muda yang ada saat ini, dan hal itu berarti ada peran penting orang tua dalam memerhatikan tumbuh kembang anak saat ini.

"Anak-anak Indonesia jangan kalah dengan anak negara lain. Anak-anak Indonesia jangan sampai dibodoh-bodohi anak negara lain. Jadi ini penting bagi kita jangan hanya sibuk hal lain tapi tidak perhatikan anak," ujarnya.

Dalam hal ini dr Pulung menyebut konsepnya tidak sulit yaitu asih, asah dan asuh. Tidak ada alasan juga tidak punya uang atau tidak tahu. Karena sekarang ada pelayanan kesehatan gratis dan yang namanya orang tua itu tidak ada sekolahnya untuk jadi orangtua.

Pada kesempatan yang sama drg Kusyola Constanty menyoroti permasalahan seputar pentingnya memerhatikan kesehatan gigi anak.

"Kadang orang tua lupa untuk memeriksakan gigi anak minimal enam bulan sekali," katanya.

Dikatakan, kesehatan gigi anak sangat dipengaruhi banyak hal termasuk yang tidak kalah penting adalah pemilihan sikat gigi dan pasta yang sesuai untuk anak.

"Pasta gigi sebaiknya jangan tertelan, pilihlah pasta gigi yang sesuai dengan usia. Bulunya selektif tidak boleh terlalu keras. Ujungnya sebaiknya meruncing ke dalam sehingga bisa meraih ke dalam," ujar dr Kusyola.

RS Tebet lahir 2 April 1982 atau 35 tahun lalu berawal dari Klinik Praktik Bersama Dokter Spesialis di Jalan MT Haryono Kav. 13 Jakarta Selatan.

Selain dikenal dengan keunggulan penanganan penyakit dalam (internis), seperti diabetes, stroke, jantung, gagal ginjal dan gangrene, RS Tebet terpilih sebagai Rumah Sakit Trauma Center (RSTC) terbaik oleh BPJS Ketenagakerjaan. (jo-2)

Sebelum ke Yogyakarta, Cek Dulu Tarif Hotel dan Ulasannya
Ke Bandung? Cek Dulu Hotel, Tarif dan Ulasannya Disini
Cek hotel di Lombok, bandingkan harga dan baca ulasannya
Liburan ke Surabaya? Cari hotel, bandingkan tarif dan baca ulasannya
Cek hotel di Parapat, Danau Toba, bandingkan harga dan baca ulasannya
Bengkulu yang Sedang Bersinar, Cek hotel dan baca ulasannya



Diberdayakan oleh Blogger.