Pengamat: Risma ke Jakarta Belum Tentu Bisa Kalahkan Ahok

Risma
JAKARTA, JO - Angin kencang terus mendorong Walikota Tri Rismaharini maju dalam Pilgub DKI Jakarta 2017. Risma sepertinya bakal didukung koalisi besar bernama Koalisi Kekeluargaan. Bagaimana peluangnya jika Risma menerima pinangan Koalisi ini menantang petahana yang juga Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok)?

Direktur Lembaga Survei Konsep Indonesia Veri Muhlis Arifuzzaman mengatakan, digadangnya Risma maju Pilgub DKI belum tentu bisa kalahkan Ahok. Hal tersebut bisa dilihat dari sejumlah indikator.

Pertama, dari semua survei menempatkan Risma di urutan ketiga ke bawah. "Ini artinya Risma selalu berada di bawah Ahok dan Yusril," kata Veri, di Jakarta, Selasa (9/8).

Kedua, saat ini terjadi pro kontra mengenai ditariknya Risma ke Jakarta ini. Isu yang muncul adalah gagalnya parpol melakukan seleksi dan mematuhi aturan internalnya masing-masing. Sebab Risma sama sekali tidak mendaftar di parpol manapun.

Ketiga, terjadinya perpecahan di kalangan warga Surabaya. Sebagian menolak Risma dibawa ke Jakarta, karena mereka memilihnya di Pilkada Kota Surabaya tahun lalu untuk mensejahterakan warga Surabaya.

Sementara itu Peneliti Stratak Indonesia, Oktarini Subarjo mengungkapkan bahwa masalah kepemimpinan perempuan di Jakarta masih menyisakan soal. Rakyat Betawi dikenal sangat relijius dan masih banyak yang keberatan dengan dimunculkannya gubernur wanita. Karenanya Okta berharap parpol yang ada bisa berpikir ulang mengenai kemaslahatan politiknya. "Apakah Risma tidak lebih baik di Surabaya, Sementara di Jakarta dicari calon lain yang mampu mengalahkan Ahok?" Ujarnya.

Sementara pengamat politik dari Pusat Kajian Hukum dan Pancasila Deny Permadi berharap PDIP tak buru-buru memutuskan Risma sebagai Cagub dari PDIP. Apalagi Risma telah menolak halus untuk maju di Pilgub DKI Jakarta. Jangan jadi alasan Risma dipilih karena konstituen PDIP di Jakarta memintanya.

"Konstituen Risma di Surabaya juga PDIP, jangan dikecewakan dengan mencalonkan diri di Jakarta," kata Deny dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Selain itu, jika PDIP masih memaksakan Risma maju untuk Pilgub menunjukkan belum matangnya sistem pengkaderan di PDIP. Sebab di luar nama Risma sebenarnya banyak kader-kader PDIP lain yang cakap, seperti Djarot Syaiful Hidayat.

"Sebaiknya PDIP mencari figur lain selain Risma untuk Pilkada Jakarta," papar Deny. (amin)



Sebelum ke Yogyakarta, Cek Dulu Tarif Hotel dan Ulasannya Ke Bandung? Cek Dulu Hotel, Tarif dan Ulasannya Disini Cek hotel di Lombok, bandingkan harga dan baca ulasannya Liburan ke Surabaya? Cari hotel, bandingkan tarif dan baca ulasannya Cek hotel di Parapat, Danau Toba, bandingkan harga dan baca ulasannya
Diberdayakan oleh Blogger.