Sukhoi SU-27
JAKARTA, JO- Pangkosekhanudnas I Jakarta Marsma TNI Ir Novyan Samyoga, MM, Selasa (26/7), memimpin rapat operasi Satgas Hanud (Satuan Tugas Pertahanan Udara) pengamanan KTT WIEF (Konfrensi Tingkat Tinggi World Islamic Economic Forum) ke-12 di ruang rapat Makosekhanudnas I.

Kegiatan KTT direncakan akan berlangsung selama dua hari 2-4 Agustus 2016 mendatang dan akan berlangsung di JCC (Jakarta Convention Center).

Terkait dengan kegiatan pengamanan KTT WIEF selain pesawat tempur sergap Sukhoi SU-27/30 milik TNI Angkatan Udara juga digelar alutsista hanud lainya seperti, Radar, Misil Penghancur Pesawat Oerlikon Skyshield MK II Buatan Swiss dari Denhanud Paskhas 471, peluncur Poprad dan meriam 23-mm/ZUR komposit serta Mobile Multibeam Search Radar (MMSR) dari Denhanud 003.

Pengamanan VVIP peserta KTT yang datang dari berbagai negara memiliki standar operasional prosedur protokol dan keamanan yang sangat ketat.

Menurut Pangkosekhanudnas I Jakarta Marsma TNI Ir Novyan Samyoga, MM operasi Satgas Hanud pengamanan KTT WIEF ke-12 yang berlangsung di JCC Jakarta memiliki makna yang sangat strategis. Dengan kekuatan Radar sebagai unsur utama dan didukung pesawat tempur sergap Sukhoi SU-27/30 serta beberapa pensenjataan hanud lainya diperlukan kesiapan yang optimal.

"Sebagai tim satgas udara diharapkan dapat melaksanan tugas kehormatan ini dengan rasa tanggung jawab yang tinggi, dan tidak ragu-ragu dalam bertindak pada situasi apapun, dengan tetap mengikuti dan melaksanakan prosedur serta aturan yang berlaku “tuturnya.

Dikatakan lebih lanjut salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan juga bahwa ancaman bukan saja datang dari daratan, namun juga bisa lewat media udara. Kewaspadaan terhadap faktor ancaman yang sedang berkembang saat ini tidak bisa dianggap remeh.

"Waspadai setiap potensi ancaman yang bisa mengganggu jalannya KTT WIEF dan laksanakan pengawasan dan pengendalian semua unsur pengamanan satuan dalam jajaran masing-masing agar setiap pengamanan yang dapat berjalan dengan lancar tertib, aman dan sukses," pungkasnya

Dengan melibatkan sebanyak 1000 personil Satgas Hanud akan menggelar armada tempurnya di beberapa lokasi seperti di Lanud Halim Perdanakusuma dan Bandara Sukarno Hatta Cengkareng serta Satrad di jajaran Kosekhanudnas I. Selain membuka posko taktis di JCC tempat setrategis lainya seperti kawasan monas, senayan dan kawasan HI juga tak luput menjadi posko unsur hanud.

Selain usur tempur sergap Sukhoi SU-27/30 dari skadron udara 11 Lanud Hasanudin yang akan melaksanakan “CAP (Combat Air Patrol)”. CAP merupakan misi patroli sederhana pesawat tempur yang dilakukan dengan pilot terbang ke sana kemari di atas zona yang telah ditentukan guna mencari dan menghilangkan ancaman udara. (jo-17)


Sebelum ke Yogyakarta, Cek Dulu Tarif Hotel dan Ulasannya Ke Bandung? Cek Dulu Hotel, Tarif dan Ulasannya Disini Cek hotel di Lombok, bandingkan harga dan baca ulasannya Liburan ke Surabaya? Cari hotel, bandingkan tarif dan baca ulasannya Cek hotel di Parapat, Danau Toba, bandingkan harga dan baca ulasannya
Diberdayakan oleh Blogger.