Daripada Terima Suap, Bripka Seladi Pilih Nyambi Pengumpul Sampah

Bripka Seladi
JAKARTA, JO - Bripka Seladi,57, anggota polisi di Polres Malang Kota, demi mendapatkan uang sampingan, ia menyambi pekerjaan menjadi pengumpul sampah. Bripka Seladi menjadi dikenal publik setelah kisah hidup mengenai keteladanannya ditulis oleh media.

Seladi bertugas pada bagian urusan SIM Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Polres Malang Kota yang berada di Jalan Dr Wahidin. Ia menegaskan, dirinya tidak mau tergiur meskipun berdinas di lahan yang selama ini dikenal sebagai lahan "basah" di institusi kepolisian.

Seladi mengaku tidak mau menerima pemberian orang dengan tujuan tertentu dalam pengurusan SIM. Seladi melakoni pekerjaan ganda ini sudah delapan tahun.

Pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar mengatakan keteladanan Bripka Seladi seharusnya dicontoh para pimpinan dan petinggi kepolisian.

Menurut Bambang, jika pimpinan dan petinggi kepolisian bisa seperti Seladi, maka bukan hal yang tidak mungkin di jajaran menengah dan paling bawah bersikap serupa.

Ia mengatakan, memang tidak bisa dipungkiri bahwa hingga saat ini sebagian masyarakat menilai negatif lembaga kepolisian. Terlebih, perilaku negatif oleh sejumlah oknum polisi terpantau publik. Misalnya, pada kasus korupsi saat terjadi penilangan kendaraan masyarakat di jalanan.

Bambang menilai perubahan harus dilakukan dari hal mendasar, yakni sikap dan budaya di tubuh Polri. Setelah itu, persepsi negatif yang saat ini melekat pada Polri perlahan-lahan akan tergantikan citra yang positif.

Keteladanan dan kejujuran Bripka Seladi, anggota polisi di Polres Malang Kota, ternyata mencuri perhatian pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK berencana memberikan penghargaan kepada Seladi.

"Ada rencana, sedang ditugaskan tim untuk melakukan verifikasi mengenai Pak Seladi," ujar Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief, Jumat (20/5).

Menurut Syarief, apabila memenuhi kriteria, rencananya KPK akan memberikan penghargaan kepada Seladi. Hal itu sebagai bentuk apresiasi KPK kepada tokoh yang dijadikan contoh gerakan antikorupsi. "Kalau betul, akan diberikan penghargaan," katanya. (amin)


Sebelum ke Yogyakarta, Cek Dulu Tarif Hotel dan Ulasannya Ke Bandung? Cek Dulu Hotel, Tarif dan Ulasannya Disini Cek hotel di Lombok, bandingkan harga dan baca ulasannya Liburan ke Surabaya? Cari hotel, bandingkan tarif dan baca ulasannya Cek hotel di Parapat, Danau Toba, bandingkan harga dan baca ulasannya

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.