Marinus Gea Ingatkan Pentingnya Pancasila Hadapi Tantangan Internal dan Eksternal

Anggota DPR RI Marinus Gea, SE, MAk melakukan sosialisasi Empat Pilar, Jumat (27/10/2023).

TANGERANG KOTA, Jakartaobserver.com- Menghadapi tantangan internal dan eksternal yang semakin berat, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, SE,MAk, mengingatkan mengenai makin pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
 
Hal itu disampaikan Marinus Gea,anggota DPR RI dari dapil Banten III yang meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan saat melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kota Tangerang, Jumat 27/10/2023).

"Menurut Tap MPR No V/Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa secara internal kita menghadapi kondisi masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman terhadap ajaran agama yang keliru dan sempit. Kemudian pengabaian terhadap kepentingan daerah serta timbulnya fanatisme kedaerahan kurang berkembangnya pemahaman dan penghargaan atas kebhinekaan dan kemajemukan," kata Marinus Gea.

Hal lainnya adalah kurangnya keteladanan dalam sikap dan perilaku sebagian pemimpin dan tokoh bangsa serta tidak berjalannya penegakan hukum secara optimal

Kemudian secara eksternal, menurut Marinus, Indonesia juga menghadapi tantangan akibat pengaruh globalisasi yang semakin meluas dan persaingan antarbangsa yang semakin tajam. Karena itulah dibutuhkan upaya sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945,NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Itu sebabnya kita terus mendukung sosialisasi Empat Pilar khususnya dalam mengamalkan Pancasila," sambungnya.

Dijelaskan, Pancasila yang adalah dasar dan ideologi negara, pandangan hidup (way of life), pemersatu bangsa, dan filosofische grondslag yaitu sebagai fondamen, filsafat, pikiran yang mendalam bagi bangsa Indonesia.

Secara khusus diingatkan mengenai sila kelima Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dimana dapat dipahami bahwa pada prinsipnya negara Indonesia didirikan untuk bersungguh-sungguh memajukan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia baik lahir maupun batin.

Kemudian pada prinsipnya dalam negara Indonesia setiap warga negara berhak untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak, bermartabat dan berkeadilan bagi kemanusiaan.

"Pada prinsipnya negara Indonesia wajib menjamin setiap negara untuk mendapatkan pendidikan, pekerjaan dan penghidupan yang layak, bermartabat dan berkeadilan," ucapnya lagi. (jo4)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.