Irine Yusiana Roba Putri melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR di SDN 27 Kota Ternate, Maluku Utara.

KOTA TERNATE, Jakartaobserver.com- Menjaga kemerdekaan Indonesia dinilai jauh lebih berat daripada merebutnya dari penjajah. Sebagai warga negara harus menjaga wilayah dan kekayaan tanah air Indonesia, dan saling menghormati perbedaan yang ada.
"Saat ini kita sudah tidak dijajah oleh bangsa asing, oleh karena itu, kita tidak perlu lagi berperang melawan para penjajah. Meskipun demikian, peran kita untuk menjaga kemerdekaan Indonesia lebih berat dari pada merebutnya dari penjajah," kata anggota DPR/MPR dari Fraksi PDI Perjuangan Irine Yusiana Roba Putri.
 
Hal itu disampaikan Irine Yusiana Roba Putri dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR di SD Negeri 27 Kota Ternate, Maluku Utara, Minggu (25/6/2023). Sosialisasi ini dihadiri para orang tua murid dan siswa-siswi.
 
Menurut Irine, anggota DPR dari daerah pemilihan (dapil) Maluku Utara ini cara lain untuk mempertahankan NKRI juga dengan cara mempertahankan kesamaan dan kebersamaan, serta menaati peraturan.

Dikatakan, ada berbagai nilai wawasan kebangsaan dalam NKRI. Sebagai pilar ketiga dalam ketiga dalam berwawasan kebangsaan, nilai wawasan kebangsaan yang terwujud dalam persatuan dan kesatuan bangsa memiliki enam dimensi manusia yang bersifat mendasar dan fundamental.

Diantaranya penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa, tekad bersama untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas merdeka dan bersatu, cinta akan tanah iar dan bangsa, demokrasi dan kedaulatan rakyat, kesetiakawanan sosial dan masyarakat adil makmur.
 
"NKRI memiliki peran yang sangat besar dalam memperkokoh dan mempertajam kita dalam berwawasan kebangsaan Indonesia," sambung Irine.
 
Wawasan kebangsaan harus diperkokoh, mu-lai dari lingkungan terkecil yakni di keluarga untuk selanjutnya diimplementasikan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sehingga diharapkan terwujud NKRI.
 
"Minimnya wawasan kebangsaan akan berdampak terjadinya perpecahan dan pertentangan antar kelompok yang menjurus terjadinya disintegrasi bangsa," ucapnya. (jo4)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.