Irine Yusiana Roba Putri Sosialisasi NKRI di SMK Muhammadiyah Halmahera Barat

Anggota DPR/MPR RI Irine Yusiana Roba Putri saat menyampaikan materi pada sosialisasi Empat Pilar melalui Zoom di SMK Muhammdiyah Halmahera Barat, Maluku Utara.

JAILOLO, JO- Anggota DPR/MPR RI Irine Yusiana Roba Putri (IYRP) kembali menggelar sosialisasi empat pilar MPR RI di daerah pemilihannya Maluku Utara (Malut). Kali ini, Irene mengadakannya dengan SMK Halmahera Barat, Galala, Jailolo Kabupaten Halmahera Barat, Malut pada Sabtu (19/12/2020). 

Para peserta rata-rata adalah orang tua murid dan murid sekolah dari SMK Muhammadiyah Malut, berlangsung secara virtual dengan protokol kesehatan. Para peserta sosialisasi sangat antusias dengan sosialisasi ini terlebih pada terhadap topik bahasan dan diskusi. 

Dalam materi sosialisasi secara online melalui aplikasi Zoom bertema “Negara Kesatuan Republik Indonesia”, Irene memaparkan nilai-nilai yang terkandung dalam NKRI, dan betapa pentingnya nilai nilai ini untuk mendukung kehidupan dalam masyarakat dan keluarga. 

”NKRI itu adalah identitas kita,yang harus selalu kita jaga dan kita junjung tinggi dimanapun dan kapanpun,” kata Irene. 

Dikatakan, begitu banyak keberagaman di Indonesia. Sebagai contoh adalah dari segi budaya, suku, agama dan letak geografis tempat tinggal. Sebagai seorang murid, kata Irene, harus untuk selalu setia pada NKRI, menjunjung tinggi NKRI dimanapun dan kapanpun. 

“Pengajaran dari rumah dan dari sekolah akan selalu diingat dan dipahami oleh seorang anak. Jangan biarkan perbedaan menjadi penghancur, tetapi buatlah perbedaan menjadi penyatu yang membangun,” sambung Irene. 

Dalam Undang-Undang Dasar 1945 pada Bab I Pasal 1 yang berbunyi “Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik”. Dalam konsep dan teori modern saat ini tentang negara ditemukan dua bentuk yaitu negara kesatuan (unitarisme) dan negara serikat (federasi).

Melihat aspek historis dan fakta yang ada, maka Indonesia menetapkan diri sebagai negara kesatuan yaitu bentuk suatu negara yang merdeka dan berdaulat, dengan satu pemerintahan pusat yang berkuasa dan mengatur seluruh daerah.
Para siswa serius mendengarkan materi sosialisasi.

Pelaksanaannya saat ini dengan sistem desentralisasi yakni kepala daerah sebagai pemerintah daerah diberikan kesempatan dan kekuasaan untuk mengurus “rumah tangganya” sendiri dan dikenal dengan sistem otonomi daerah. 

“Keberagaman dalam berbagai aspek kehidupan adalah takdir bagi bangsa Indonesia yang tidak mungkin dihindari. Hal itu justru merupakan anugerah yang harus disyukuri. Namun, perbedaan dan keberbedaan itu harus dikelola dengan baik sehingga tidak menjadi sumber perselisihan, konflik, dan kekerasan. Oleh karena itu, harus ada formula pemahaman yang tepat guna mendamaikan dan menyatukannya,” ucap Irene lagi. 

Sementara itu, salah satu aspek dari upaya merawat kebhinekaan adalah adanya perasaan bangga terhadap jati diri bangsa. 

Nampak siswa dan siswi SMK Muhammadiyah sangat menikmati topik pembicaraan sosialisasi 4 Pilar kali ini. Terlebih, mereka akan mencerminkan sifat lebih bijaksana dalam menyikapi suatu hal dengan baik dan cermat. (jo4)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.