Irene Yusiana Roba Putri Sosialisasi di Morotai, Pancasila sebagai Ideologi yang Terbuka

Anggota DPR RI Irene Yusiana Roba Putri saat menggelar sosialisasi empat pilar di Pulau Morotai, Maluku Utara.

MOROTAI, JO-
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Irene Yusiana Roba Putri kembali turun ke daerah pemilihannya di Pulau Morotai, Maluku Utara untuk menggelar sosialisasi empat pilar. Kali ini Irene membawa tema Pancasila sebagai Ideologi yang Terbuka. 

Diadakan di SD Negeri Morotai di Pulau Morotai, Maluku Utara, Rabu (8/7/2020) siang, diikuti para peserta yang rata-rata adalah orang tua murid dan murid sekolah. 

Dalam pemaparannya, Irene Yusiana Roba Putri menjelaskan, sebagai suatu Ideologi bangsa dan negara Indonesia maka Pancasila pada hakikatnya bukan hanya merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau sekelompok orang sebagaimana ideologi-ideologi lain di dunia. Namun Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk negara. 

'Dengan demikian Ideologi sangat menentukan eksistensi suatu bangsa dan negara. Ideologi membimbing bangsa dan negara untuk mencapai tujuannya melalui berbagai realisasi pembangunan. Hal ini disebabkan dalam Ideologi terkandung suatu orientasi praksis. Selain sebagai sumber motivasi Ideologi juga merupakan sumber semangat dalam berbagai kehidupan negara,' kata anggota Komisi X DPR RI ini..

Dikatakan, ideologi akan menjadi realistis manakala terjadi orientasi yang bersifat dinamis antara masyarakat bangsa dengan Ideologi, dengan demikian Ideologi akan bersifat terbuka dan antisipatif bahkan bersifat reformatif dalam arti mampu mengadaptasi perubahan-perubahan sesuai dengan aspirasi bangsanya. 
 
Oleh karena itu, lanjut Irene, agar Ideologi mampu menampung aspirasi para masyarakat untuk mencapai tujuan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara maka Ideologi tersebut haruslah bersifat dinamis terbuka antisipatif yang mampu mengadaptasikan dirinya dengan perkembangan zaman. 

“Generasi yang kita kenal saat ini adalah generasi canggih, generasi maju dan berkembang. Seperti contoh masuknya gaya hidup budaya asing ke dalam lingkungan kita Indonesia. Kita sebagai orang tua hendaknya mendidik anak dan cucu kita, agar selalu berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila,” sambung Irene. 

Irene juga menjelaskan bahwa, nilai-Nilai pada Pancasila wajib kita diterapkan mulai dari keluarga.. "Jika dalam Sila ke Tiga dalam Pancasila, tentang Persatuan Indonesia dimana agar kita tetap satu, kita harus saling membangun, terlebih membangun sekitar kita, desa kita sendiri dan untuk keluarga kita, anak cucu kita sendiri,” ucapnya. (jo4)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.