Samosir "Kepingan Surga" Jangan Jadi "Surganya Bandar Judi" - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Samosir "Kepingan Surga" Jangan Jadi "Surganya Bandar Judi"

J Sidabutar
TOMOK, JO- Samosir memiliki tagline "Samosir Negeri Indah Kepingan Surga". Tapi akhir-akhir ini dengan maraknya berbagai permainan judi di daerah ini, Samosir telah berubah menjadi "Surganya Bandar Judi".

"Jadi Samosir ini harus dijaga jangan sampai para wisatawan yang berkunjung tidak merasakan indahnya kepingan surga yang dijanjikan Pemkab Samosir, sebab yang terjadi justru surganya para bandar judi," kata Ketua Pijar Keadilan cabang Samosir J Sidabutar, STh, SH.

Hal itu dikatakan Sidabutar terkait pemberitaan sebelumnya yang menyebut masyarakat Samosir, Sumatera Utara (Sumut) meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas para bandar judi yang beroperasi di darerah ini,terutama di Tomok.

Menurut Sidabutar, permintaan masyarakat itu harus direspon cepat oleh pihak kepolisian, dan Pemkab Samosir. "Tolong tindakan tegas dari pihak kepolisian dan Pemkab Samosir, agar Tomok menjadi bersih dari togel, dan wisatawan bisa merasa nyaman," sambungnya.




Dikatakan, selama ini sudah ada beberapa masyarakat di Tomok menyampaikan kepada pihak yang berwajib mengenai maraknya judi ini, tapi tidak pernah ada penangkapan. Masyarakat Tomok menduga seakan akan permainan togel ini di-back up (dilindungi-Red) sehingga bebas beraktivitas di Tomok.

Dia mengingatkan mengenai larangan perjudian sudah diatur dalam UU No7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian. Para pelaku bisa dijerat pasal 303 ayat (2e) KUHP jo pasal 53 ayat (1) KUHP Jo pasal 2 ayat (1) UU No 7 tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 10 tahun.

"Tapi sayang di Samosir penegakan undang undang tersebut sepertinya lemah atau berkesan tidak berarti," tegasnya.

Selain itu, Sidabutar juga mengaku prihatin karena terakhir ini Tomok sepertinya ditinggalkan oleh Pemkab Samosir, padahal Tomok adalah pintu masuk ke Samosir, dan wisatawan yang berkunjung belum merasa berlibur ke Samosir kalau tidak menginjakkan kakinya ke Tomok.

"Saya termasuk heran dan prihatin, Tomok sepertinya dilupakan begitu saja. Tidak ada promosi dan tidak ada event wisata lagi disini, seperti hilang begitu saja. Setiap wisatawan yang berkunjung tidak merasakan indahnya kepingan surga yang dijanjikan oleh Pemkab Samosir. Malah kini jadi surganya para bandar judi," ucap Sidabutar. (jabs)



Diberdayakan oleh Blogger.