Sandiaga: Stadion dan Pemain Berkualitas Internasional, Penontonnya Masih "Kampungan" - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Ads Top

Presiden Jokowi menyalami Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat pemain Persija berhasil menjebol gawang Bali United.
JAKARTA, JO- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyayangkan perilaku oknum penonton pada laga final Piala Presiden 2018 yang melakukan aksi pengrusakan fasilitas yang ada di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Sabtu (17/2/2018) malam.

Menurutnya di Jakarta, Minggu (18/2/2018), aksi yang ditunjukkan para pemain Persija Jakarta sangat luar biasa, dan akhirnya memenangkan pertandingan melawan Bali United 3-0, namun terusik dengan kelakukan sebagian kecil pendukung yang dinilainya "kelakuan tarkam (pertandingan antar-kampung-Red).

"Pertandingan semalam dengan stadion dan pemainnya telah menunjukkan kualitas internasional, tapi kelakuan (supporter) masih kelakuan tarkam," kata Sandi menyayangkan.

Baca hotel terbaik di Paris, tulis komentarmu
Bandingkan harga hotel dan reviewnya di New York City
Baca review rental liburan di seluruh dunia
Ada apa di London? Cari hotel termurah dan nyaman disana!

Hebatnya pertandingan itu, menurut Sandi, membuat dia larut, apalagi melihat aksi Simic yang menciptakan gol-gol dengan tundukan dan tendatangan yang sangat menghibur.

Sandi mengaku menerima laporan kerusuhan suporter yang terekam CCTV. "Tadi dilaporkan kejadian yang terekam CCTV dan juga sudah beredar foto-fotonya bahwa sebagian kecil, dari teman-teman Jakmania yang menodai jadi saya mengatakan perihatin sekali," ujar Sandi.

Meski begitu, dia juga mendapat laporan kerusakan tidak begitu signifikan, dan Sandi berjanji akan berkoordinasi dengan pengelola Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk memperbaiki sekaligus untuk membuat mekanisme sanksi untuk para pelanggar ketertiban tersebut.

"Saya meminta bahwa (oknum) yang tertangkap di CCTV itu disebarkan oleh Jakmania kepada masyarakat dan diberi sanksi khusus untuk Jakmanianya mereka memberikan sanksi sendiri kepada anggotanya yang tidak disiplin. Itu mekanisme yang menurut saya lebih tepat bekerjasama nanti dengan aparat tentunya," begitu Sandiaga Uno. (jo-3)




Diberdayakan oleh Blogger.