Kelompok MCA Sebarkan Hoax Penganiayaan Ulama, SARA, Hingga Isu PKI - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Ads Top

Kelompok MCA Sebarkan Hoax Penganiayaan Ulama, SARA, Hingga Isu PKI

Ilustrasi
JAKARTA, JO- Polisi membongkar kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai The Family Muslim Cyber Army (MCA) yang selama ini menyebarkan isu-isu tidak benar yang memprovokasi pembacanya tentang penyaniayaan ulama, pencemaran nama baik Preside Jokowi hingga isu PKI.

Seperti disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Mohammad Iqbal di Jakarta, Selasa (27/2/2018), polisi sudah menangkap 14 orang anggota kelompok ini dari berbagai lokasi, dan kini polisi terus memburu anggota kelompok ini termasuk yang ada di luar negeri.

Dikatakan, isu soal penyaniayaan ulama, provokasi SARA, isu PKI yang dilekatkan kepada sekelompok orang hingga pencemaran nama baik Presiden Jokowi merebak di media sosial, dan kebanyakan kabar yang disebar-sebarkan itu adalah hoax atau berita bohong.

"Upaya-upaya provokasi itu seperti menyampaikan isu-isu yang negatif tentang PKI, juga tentang penganiyaan ulama," ujar Iqbal terkait penangkapan para pelaku.

Baca hotel terbaik di Paris, tulis komentarmu
Bandingkan harga hotel dan reviewnya di New York City
Baca review rental liburan di seluruh dunia
Ada apa di London? Cari hotel termurah dan nyaman disana!

Sebelum ini, polisi menangkap lima anggota grup WhatsApp "The Family MCA" yaitu Muhammad Luth,40, di Tanjung Priok, Rizki Surya Dharma,35, di Pangkal Pinang, Ramdani Saputra,39, di Bali, Yuspiadin,24, di Sumedang, dan Romi Chelsea di Palu.

Di samping itu, para pelaku juga menyebarkan ujaran kebencian terhadap presiden dan beberapa tokoh negara. Barang bukti yang menunjukkan adanya tindak pidana tersebut juga turut disita polisi saat menangkap tersangka. "Barang bukti beberapa alat-alat elektronik sudah kami sita untuk kepentingan penyidikan," kata Iqbal.

Di samping menyebarkan isu provokatif, tersangka juga menyebarkan konten bermuatan virus kepada orang atau kelompok tertentu. "Kalau kena virus itu rusak alat elektronik, handphone kita bisa rusak," kata Iqbal. Namun, belum diketahui motif kelompok MCA menyebarkan isu-isu tersebut. (jo-5)





Diberdayakan oleh Blogger.