Lombang Rarat Longsor Lagi, Masyarakat Minta Pemda Segera Aspal Jalan Alternatif - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Ads Top

Lombang Rarat Longsor Lagi, Masyarakat Minta Pemda Segera Aspal Jalan Alternatif

Tiga ibu terpaksa turun ke lumpur untuk membantu mengeluarkan sebuah mobil yang terjebak lumpur di jalan alternatif akibat longsor Lombang Rarat, Desa Pariksabungan, Siborong-borong, Tapanuli Utara, Sumut.
SIBORONG-BORONG, JO- Pasca kejadian longsor yang terjadi di Lombang Rarat, Desa Pariksabungan, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, masyarakat hingga kini merasa kewalahan karena harus melalui jalan alternatif yang kondisinya sangat memprihatinkan. Banyak pengendara yang terjebak dan tergelincir karena lumpur tebal.

Informasi yang dihimpun Jakarta Observer di lokasi, kejadian longsor Lombang Rarat itu terjadi pada bulan Desember 2017. Akibat lonsor ini, akses jalan penghubung Desa Pariksabungan ke Desa Pohan Julu dipindahkan ke jalan alternatif.

"Akibat longsor itu maka dibuat jalan baru namun karena masih baru dan hanya berupa jalan tanah yang saat turun hujan akan berlumpur. Banyak kendaraan yang sudah jadi korban," kata Rumaat Marpaung, warga Desa Pohon Julu, Selasa (30/1/2018).

Dia pun menunjuk ke mobil yang sedang terjebak lumpur saat itu, sedang didorong oleh tiga ibu-ibu dengan susah payah. "Itu ibu-ibu warga sini yang terpaksa harus turun tangan mendorong mobil karena merasa kasihan dengan para pengendara yang terjebak lumpur," ucap Rumaat.

Tak hanya warga lain yang melintas, tapi tidak kondusifnya jalan alternatif ini membuat warga desa ini kewalahan untuk membawa hasil-hasil pertanian mereka ke Siborong-borong yang jauhnya sekitar 8 kilometer.

Baca hotel terbaik di Paris, tulis komentarmu
Bandingkan harga hotel dan reviewnya di New York City
Baca review rental liburan di seluruh dunia
Ada apa di London? Cari hotel termurah dan nyaman disana!

"Jadi ini sudah mengganggu perekonomian masyarakat. Kami mohon kepada pemerintah daerah untuk membangun jalan alternatif yang di aspal atau dikeraskan," sambungnya.

A.Simanjuntak, mahasiswa Unita juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, akibat buruknya kondisi jalan alternatif ini membuat mahasiswa seperti dirinya yang membawa sepeda motor dari Desa Pohan Julu ke Siborong-borong sangat kewalahan.

"Kami sangat mengharapkan agar jalan ini segera dibuat pengerasan maupun diaspal secepatnya, karena kami sangat kewalahan untuk menghindari lumpur jalan ini ketika mau berangkat kuliah," ujarnya.

Sekretaris Desa Pohan Julu( Janpiter Simanjuntak ,membenarkan buruknya kondisi jalan tersebut, dan menyebut bupati sudah berjanji akan memperbaiki jalan tersebut secepatnya.

"Longsor Lombang Rarat ini sudah terjadi sebelum Natal 2017, dan akses jalan yang baru dibuka tersebut adalah pembukaan jalan yang dilakukan oleh pemkab. Dua minggu lalu bupati sudah meninjau lokasi tersebut, dan bupati berjanji akan secepatnya memperbaiki jalan tersebut," ungkapnya. (rizal tampubolon)




Diberdayakan oleh Blogger.