Sekjen Golkar Klaim Mayoritas DPD I Golkar Tetap Pertahankan Setya Novanto

Partai Golkar
JAKARTA, JO- Sejumlah pemimpin DPD Partai Golkar tingkat I melakukan pertemuan di Jakarta, Kamis (16/11/2017) malam. Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham pun mengklaim mayoritas DPD tingkat I Partai Golkar tetap mempertahankan Setya Novanto sebagai ketua umum DPP Partai Golkar.

Hal itu disampaikan Idrus di Jakarta, Jumat (17/11/2017) menyebut dari 34 DPD I yang ada di Indonesia, mayoritas bersuara ingin mempertahankan Setya Novanto yang saat ini sedang dirawat di RSCM setelah kecelakaan yang dialaminya pada Kamis malam.

Idrus Marham mengakui, ada satu atau dua pengurus DPD I yang absen dalam pertemuan tersebut. Salah satunya, Ketua DPD I Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang menyerukan penyelamatan terhadap Partai Golkar.

"Kalau ada 34 pimpinan DPD I, 32 mendukung mesti yang satu harus menyesuaikan diri," kata Idrus.

Hotel Paling Romantis. Berapa Sih Tarifnya!! Hemat 25% untuk Setiap Hotel Tempat Anda Menginap & Baca Ulasannya
Cari Tahu Tarif Hotel Terkini di Medan
Cari Tahu Tarif Hotel Terkini di Palembang

Sebelumnya, Dedi Mulyadi menilai, perlu ada langkah strategis yang diambil partai menyusul status hukum yang diemban Setya Novanto. Ia meminta agar Golkar mengutamakan soliditas dibandingkan berbagai agenda politik jangka pendek.

"DPP Golkar harus segera mengambil langkah strategis. Simpan seluruh agenda jangka pendek untuk menata kembali Partai Golkar secara jangka panjang," kata Dedi melalui keterangan tertulis.

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menilai, pergantian pimpinan Partai Golkar perlu dilakukan menyusul sempat "menghilangnya" Setya Novanto pada Rabu-Kamis siang. Wapres menilai, masalah hukum yang membelit Novanto belakangan akan menjadi kampanye buruk bagi citra Golkar.

"Kalau ketua menghilang, kapten menghilang, masa tidak diganti kaptennya," ujar politikus senior Golkar tersebut di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (16/11).

Jusuf Kalla menegaskan, apabila ketua umum menghilang maka perlu ada pemimpin baru untuk memimpin partai.

Ia juga menilai, Golkar harus segera menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub) untuk menetapkan ketua umum baru. Namun, tokoh senior Partai Golkar tersebut menyerahkan sepenuhnya keputusan munaslub kepada pengurus partai.

"Itu terserah Golkar, tapi harus segera sekarang ada yang pimpin Golkar. Pimpinannya lari, harus ada (pengganti) pimpinan baru," ujar Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla mengatakan, menghilangnya Novanto merupakan kampanye negatif bagi Partai Golkar. Hal ini bisa menurunkan elektabilitas dan kepercayaan terhadap partai berlambang pohon beringin tersebut. (jo-5)



Diberdayakan oleh Blogger.