Empat Hari Kapal Wisata Samosir Ini Baru Berhasil Diturunkan tapi dengan Lambung Pecah

Kapal kayu wisata milik Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir senilai Rp2,3 miliar gotong royong diturunkan.
SAMOSIR, JO- Kapal wisata milik dinas pariwisata Kabupaten.Samosir yang bernilai Rp2,3 miliar yang dikerjakan oleh CV Sumber Rejeki akhirnya dapat diturunkan ke Danau Toba dengan menggunakan alat berat jenis beco, setelah sebelumnya selama empat hari lamanya berbagai usaha dilakukan gagal untuk menurunkannya.

Informasi yang dihimpun Selasa (21/11/2017), kapal wisata yang baru selesai pengerjaannya ini dicoba untuk diturunkan ke danau sejak Sabtu (18/11/2017), dan terus gagal karena hanya menggunakan tenaga manusia.

"Masyarakat bergotong royong untuk menggeser tapi tidak berhasil," kata Holmes, salah seorang warga.

Dikatakan, banyak keanehan terjadi saat upaya menurunkan kapal ke air danau. "Pada hari pertama, misalnya, terjadi insiden, bagian lambung kapal pecah. Itu karena teknik yang digunakan saat menurunkan kapal tidak tepat," sambungnya.

Setelah berulang kali gagal, pihak CV Sumber Rejeki pun mendatangkan beco milik sebuah perusahaan yang kebetulan saat itu sedang bekerja memperbaiki jalan ringroad Samosir yang tidak jauh dari lokasi pembuatan kapal.

Holmes menyebut, sejumlah warga lainnya menduga penyebab pecahnya lambung kapal baru ini adalah karena didorong secara paksa, padahal kapal sudah menempel keras pada batang pohon kelapa yang memang dijadikan sebagai rel untuk menurunkan kapal. Namun, menurut Holmes, penyebabnya justru karena penggunaan kayu untuk kapal yang masih basah atau mentah sehingga lambung kapal mudah pecah.

Hotel Paling Romantis. Berapa Sih Tarifnya!! Hemat 25% untuk Setiap Hotel Tempat Anda Menginap & Baca Ulasannya
Cari Tahu Tarif Hotel Terkini di Medan
Cari Tahu Tarif Hotel Terkini di Palembang

"Jadi menurut saya bukan karena didorong paksa, tapi karena kayu yang dipakai untuk pembuatan kapal masih basah atau mentah. Kalau saja kayu yang digunakan tidak mentah pasti lain ceritanya," kata Holmes kepada Jakarta Observer.

Sandi sebagai pelaksana proyek pembuatan kapal wisata mengatakan, pecahnya lambung kapal yang dibiayai APBD Kabupaten Samosir ini adalah hal biasa.

"Biasa lah bang semua pekerjaan pasti ada risikonya. Nanti akan kita ganti dengan papan kayu yang baru," kata dia.

Mengenai sisa waktu yang tinggal 15 hari lagi dalam penyelesaian kapal wisata ini, dirinya optimis tepat waktu hingga 5 Desember 2017.

"Kalaupun nanti tidak tepat waktu dan pihak Pemkab Samosir tidak membayar karena keterlambatan kami sudah siap," sambung Sandi.

Sandi sendiri enggan menanggapi ketika ditanyakan soal penggunaan kayu yang masih mentah atau masih basah. (jabs/hsrt)




Diberdayakan oleh Blogger.