Forum Bangso Batak Gelar Talk Show Menjaga Nilai-nilai Pancasila

Liber Simbolon
JAKARTA, JO- Forum Bangso Batak menggelar talk show bertajuk “Revitalisasi menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara di tanah Batak", yang diselenggarakan di Jakarta.

Liber Simbolon, dosen ilmu komunikasi Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta mengatakan, bangsa Indonesia, khususnya di tanah Batak, Pancasila merupakan harta terbesar anugerah TYME yang tidak dapat ditukarkan dengan apapun.

“Pancasila adalah harta atau anugerah terbesar bagi bangsa Indinesia. Pancasila tidak bisa diganti oleh apapun,” kata Liber terkait kegiatan yang diadakan pada Kamis (28/9/2017) itu.

Menurutnya, Pancasila telah memberikan nilai-nilai kesejukan, toleransi dan serta sikap saling menerima dan menghargai perbedaan yang mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia khususnya tanah Batak. Sejak kemerdekaan bangsa ini, Pancasila telah menjaga dan merawat keberagaman bangsa ini.

Diapun menyebut, Pancasila terancam dari tiga sudut. Pertama, pragmatisme suatu generasi yang hanya mau satu: maju dan masuk ke dalam the golden crowd, yaitu kalangan mereka yang dapat memanfaatkan mall-mall dan hidup dalam gaya globalisme international.

Kedua, puritanisme eksklusif keagamaan, dan yang Ketiga adalah korupsi kelas politik yang membuat omongan tentang Pancasila dan nilai-nilainya menjadi tidak credible.

"Dari waktu ke waktu Pancasila harus selalu direvitalisasi, dijaga nilai-nilainya,tujuannya agar pancasila dapat menjadi pegangan dan nilai bersama dalam menghayati keberagaman bangsa," tegas Liber Simbolon.

Hotel Paling Romantis. Berapa Sih Tarifnya!! Hemat 25% untuk Setiap Hotel Tempat Anda Menginap & Baca Ulasannya
Cari Tahu Tarif Hotel Terkini di Medan
Cari Tahu Tarif Hotel Terkini di Palembang

Dikatakan, saat ini Pancasila menjadi Panglima manajemen dalam keberagaman atau bermajemuk dalam menjawab tantangan bangsa kedepan, karena nilai-nilai yang berakar dari budaya Nusantara sehingga terbukti Pancasila menjadi wadah pemersatu bangsa Indonesia yang beraneka ragam dan multikultural.

Yang perlu dilakukan adalah menjiwai dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Jadi dengan implementasi nilai-nilai Pancasila, bangsa ini menjadi kuat, sejahtera, dan makmur.

“Misalnya, dalam promosi atau pengisian jabatan, jangan lagi lihat unsur SARA, tetapi harus berdasarkan kompetensi dan kualitas orang, sehingga kita bisa menempatkan orang sesuai dengan keahliannya,” katanya.

Untuk itu pentingnya penjiwaan dan kultur yang kuat dari suku Batak yang sangat beragam tanpa memandang SARA bukan saatnya lagi membicarakan perbedaan dan menonjolkannya karena kita sudah bermajemuk, artinya bertetangga dengan suku-suku lainnya bahkan secara global.

Sebagai landasan untuk menjaga keberagaman bangsa,seperti Sang Proklamator, Bung Karno melahirkan sila-sila dalam Pancasila di tempat pengasingannya.

“Di Ende Pulau Flores, Provinsi NTT di bawah pohon Sukun (Satu Family Ddngan Pohon Beringin dalam bahasa Batak Pohon Hariara/Jabi-jabi) mendapat ilham mepolarisasi butir-butir lima sila Pancasila. Kota Parapat, di Tepi Danau Toba dan Berastagi tahun 1948 pernah diasingkan menjadi sejarah bagi bangsa Indonesia, ” tegasnya.

Liber berharap, generasi muda supaya jangan hilang jati diri atau identitas sebagai suku bangsa di Indonesia yang punya historis kuat pada nilai-nilai Pancasila.Harus mampu mewujudkannya 100 persen Indonesia, 100 persen Batak dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai masyarakat Batak tapi lebih istimewa sebagai warga Indonesia.Sehingga kedepan mampu mengatasi ancaman yang nyata penghambat cita-cita dan tujuan nasional bangsa Indonesia, khususnya Tanah Batak (Bona Pasogit). (jo-6)

Diberdayakan oleh Blogger.