Sosialisasi Empat Pilar, Anggota DPR Kembali Ingatkan Pentingnya Memelihara Kerukunan

Dr Evita Nursanty, MSc saat melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Balai Desa Toko, Penawangan, Grobogan, Sabtu (15/4/2017).
PURWODADI, JO- Anggota DPR RI Dr Evita Nursanty, MSc mengingatkan bahaya perpecahan bangsa sebagai dampak dari intoleransi yang dipertontonkan sejumlah kalangan terakhir ini. Intoleransi itu akan menjadi alat politik negara asing untuk memperlemah Indonesia.

Hal itu disampaikan Evita Nursanty dalam kegiatan Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di Gedung Balai Desa Toko, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu (15/4/2017).

Hadir dalam acara sosialisasi di daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah III (Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Rembang) itu sebanyak 200 orang antara lain tokoh masyarakat setempat, para struktural dan kader PDI Perjuangan Kecamatan Penawangan. Hadir juga camat Penawangan beserta staf, kepala Desa Toko dan perangkat dewas, Kecamatan Penawangan.

"Sikap-sikap intoleran yang muncul akhir-akhir ini perlu dihadapi dengan aksi bersama dan juga upaya-upaya preventif sehingga tidak meluas khususnya di wilayah Grobogan, khususnya di media sosial. Sikap ini tidak sesuai dengan Pancasila dan harus kita lawan bersama," kata anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Dijelaskan, saat ini dunia global dihadapkan pada perang proxy, dimana satu negara dengan negara lain tidak berhadap-hadapan secara langsung tapi menggunakan tangan-tangan lain. Mereka juga menggunakan dunia siber sebagai alatnya, sehingga satu kelompok dan kelompok lain saling bertikai mesti tanpa disadari oleh kelompok-kelompok itu.




"Setiap saat kita dengar ujaran kebencian, berita-berita hoax, saling menghujat dan menjelekkan satu sama lain dengan memanfaatkan teknologi informasi dan menyalahgunakan teknologi itu untuk menyebarkan kebencian. Kita tiba-tiba seperti kehilangan akar atau kepribadian kita sebagai bangsa yang toleran, ramah dan sangat cinta Tanah Air. Kalau ini terus berlanjut maka yang menang adalah negara lain," kata Evita lagi.

Untuk mengantisipasi hal ini, menurut Evita Nursanty, dibutuhkan segala daya dan upaya untuk membentengi anak bangsa dari bahaya tersebut. Salah satu cara membentenginya adalah dengan mengamalkan dan mengaplikasikan nilai-nilai luhur Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI dalam kehidupan sehari-hari.

Pancasila mengajarkan kita untuk percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, hormat-menghormati dan bekerja sama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia, saling mencintai sesama manusia, mengembangkan sikap tenggang rasa, tidak semena-mena terhadap orang lain.

Kemudian, menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan, rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara, cinta Tanah Air dan bangsa, serta
bangga sebagai bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia, tidak memaksakan kehendak kepada orang lain, dan lainnya.

"Manusia Pancasila itu juga suka bekerja keras, adil dan menghargai hasil karya orang lain," begitu Evita Nursanty.

Evita sendiri mengaku bangga dengan masyarakat di Grobogan, karena terkenal dengan hidup yang guyub dan rukun. "Kita harus terus mempertahankan masyarakat yang sangat guyub dan rukun," katanya.
(jo-2)

Sebelum ke Yogyakarta, Cek Dulu Tarif Hotel dan Ulasannya
Ke Bandung? Cek Dulu Hotel, Tarif dan Ulasannya Disini
Cek hotel di Lombok, bandingkan harga dan baca ulasannya
Liburan ke Surabaya? Cari hotel, bandingkan tarif dan baca ulasannya
Cek hotel di Parapat, Danau Toba, bandingkan harga dan baca ulasannya
Bengkulu yang Sedang Bersinar, Cek hotel dan baca ulasannya




Diberdayakan oleh Blogger.