Dirlantas dan Dit Resnarkoba Polda Metro Tes Urine Ratusan Sopir Bus

Tes urine dilakukan terhadap para sopir.
JAKARTA, JO - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) dan Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnarkoba) Polda Metro Jaya melakukan tes urine terhadap ratusan sopir bus Antar-Kota Antar-Provinsi (AKAP) di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Hal itu dalam rangka mewujudkan mudik aman dan nyaman kepada warga Jakarta yang hendak pulang ke kampung halaman.

Direktur Lalu Lintas (Dir Lantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Panggara mengatakan ada sebanyak 200 sopir bus yang diperiksa kesehatannya, khususnya terkait penggunaan narkoba dan alkohol.

"Berbagai upaya pemerintah mengamankan pemudik ada dengan program mudik bareng. Tapi yang paling utama ya pengemudinya itu," ujar Halim Panggara di Terminal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/6).




Dir Lantas melanjutkan, kegiatan yang merupakan bagian dari Ops Ramadaniya Jaya 2017 itu telah dilakukan sejak 19 Juni 2017 dan akan terus digelar secara acak hingga 4 Juli 2017. "Ini kita kalau tiap hari akan ketahuan jadi dari Polda sendiri cari waktu. Kalau dari BNNP DKI cek setiap hari di terminal," jelasnya.

Senada dengan Dir Lantas, Dir Resnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta menuturkan, pengecekan urine tidak hanya dilakukan di Terminal Pulo Gebang. Yang paling diperhatikan adalah terminal besar yang menyediakan bus keluar kota seperti salah satunya Terminal Kampung Rambutan.

"Kita melakukan tes urine pada pegendara yang akan berangkat khususnya pengemudi AKAP. Kita pastikan setiap pengendara dalam kondis sehat. Pengemudi harus selalu meyakinkan dirinya bebas narkoba dan bertanggung jawab terhadap penumpang," papar Nico.

"Awak bus yang terbukti positif menggunakan dan menyimpan narkoba usai tes urine, akan ditindak secara hukum," tegas Nico.

Tergantung dari barang buktinya, bila barang bukti ditemukan diatas satu gram untuk shabu kemudian ada ganja pasti kami proses, harus diproses sampai pidana. sedangkan nanti apabila ditemukan hanya sisa pakai atau barang bukti dibawah ketentuan maka maka yang bersangkutan harus dikirim ke rumah sakit rehabilitasi,” katanya.

Dir Resnarkoba menyebutkan, operasi serupa juga akan dilakukan di beberapa stasiun, pelabuhan dan bandara. “Jadi, tidak hanya pengemudi bus saja, mungkin nanti juga kepada pilot, masinis, dan nahkoda karena mereka bertanggungjawab kepada para penumpang,” pungkasnya. (amin)

Sebelum ke Yogyakarta, Cek Dulu Tarif Hotel dan Ulasannya
Ke Bandung? Cek Dulu Hotel, Tarif dan Ulasannya Disini
Cek hotel di Lombok, bandingkan harga dan baca ulasannya
Liburan ke Surabaya? Cari hotel, bandingkan tarif dan baca ulasannya
Cek hotel di Parapat, Danau Toba, bandingkan harga dan baca ulasannya
Bengkulu yang Sedang Bersinar, Cek hotel dan baca ulasannya



Diberdayakan oleh Blogger.