Polda Metro Jaya Tangkap Penjual Obat Kadaluwarsa - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Ads Top

Ilustrasi
JAKARTA, JO - Aparat Subdit Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya membongkar sindikat penjual obat kadaluwarsa. Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat tentang adanya rumah yang diduga menyimpan obat kadaluwarsa dan diperdagangkan kembali.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Fadil Imran mengatakan pelaku berinisial M,41, ditangkap di rumahnya Jalan Kayu Manis, Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur.

"Pelaku ini menampung obat-obat yang telah kadaluwarsa di rumahnya, kemudian dihapus dan dirubah tanggalnya. Selanjutnya, dijual lagi di Pasar Pramuka," ujar Fadil, di Jakarta, Senin (5/9).

Pelaku menghapus tanggal dan tahun di kemasan obat menggunakan nail polish remover dan cotton bud. Kemudian, menjual kembali obat-obat itu di tokonya di Pasar Pramuka.

“Modus pelaku adalah dengan menghapus dan mengubah tahun kedaluwarsa obat dari berbagai merek dan jenis, yang dipasarkan kembali di Pasar Obat Pramuka,” kata Fadil.

Dari rumah yang dijadikan sebagai pusat penyimpan obat tersebut, penyidik menemukan ada 1.963 streep obat kedaluwarsa berbagai merek.

"Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditemukan 49 botol obat cair kedaluwarsa berbagai macam merek, 24 karung obat kedaluwarsa berbagai merek, 122 streep obat berbagai macam jenis dan merek yang sudah diganti masa expirednya dan tiga botol cotton bud," jelasnya.

Kombes Fadil menuturkan pasar obat Pramuka yang merupakan salah satu sentra pusat grosir obat-obatan terbesar di Jakarta. Tersangka M meraup untung besar dengan menjual obat tersebut.

"Tersangka M menjual obat kedaluwarsa dalam jumlah satuan maupun jumlah grosiran ke pelanggannya yang langsung datang ke tokonya," ucapnya.

Dari bisnis menjual obat kedaluwarsa, kata Kombes Fadil, tersangka M bisa meraup untung hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya.

"Dari pengakuan tersangka M bahwa ia sudah menjadi penjual obat di Pasar Pramuka sejak tahun 2006," paparnya.

Tersangka dijerat Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat 2 UU RI NO 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar, dan Pasal 62 Jo Pasal 62 Jo Pasal 8 UU RI No 8 Tahun 1999 tentang Pelaku Usaha yang melanggar Ketentuan dengan ancaman penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp2 miliar. (amin)

Sebelum ke Yogyakarta, Cek Dulu Tarif Hotel dan Ulasannya Ke Bandung? Cek Dulu Hotel, Tarif dan Ulasannya Disini Cek hotel di Lombok, bandingkan harga dan baca ulasannya Liburan ke Surabaya? Cari hotel, bandingkan tarif dan baca ulasannya Cek hotel di Parapat, Danau Toba, bandingkan harga dan baca ulasannya
Diberdayakan oleh Blogger.