GPAN dan Artis Film "3 Pilihan Hidup" Sampaikan Terima Kasih

Pengurus GPAN dan artis pendukung film "3 Pilihan
Hidup" saat jumpa pers.
JAKARTA, JO - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Hani Hendrani menyampaikan ucapakan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah menonton film "3 Pilihan Hidup" yang mengisahkan bahaya narkoba.

“Kami mengucapkan yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia yang telah menonton Film 3 Pilihan Hidup di seluruh bioskop tanah air,” ucap Hani Hendrani saat menggelar jumpa pers di Planet Hollywood Jakarta, Minggu (21/8).

Film "3 Piihan Hidup" yang saat ini sedang tayang diseluruh bioskop di Indonesia berhasil menyedot ribuan penonton.

Pemeran utama film ini, Ade Yunita melihat langsung bagaimana antusiasnya masyarakan dalam menonton film ini. “Karena film '3 Tiga Pilihan Hidup' adalah film edukasi tentang bahaya narkoba. Di Batam cukup banyak penontonnya,” kata Ade yang berperan sebagai Naya.

Film "3 Pilihan Hidup" dibintangi sejumlah artis papan atas seperti Tessy Srimulat, Roy Marten, Julia Perez, Hengky Tornando, Cinta Laura, Marshanda, Ade Yunita Hutagaol, Cinta Penelope, Dwi AP, Rita Hasan, Vista Putri, Gemma Zhae, Julia, Chika Xydia, dan didukung oleh Brigjen Pol Drs Siswandi seorang jendral polisi aktif dan yang sangat peduli dengan bahaya penyalahgunaan narkoba. Selain mereka ada juga pejabat BNN Dikdik Kusnaidi dan didukung pula oleh artis fenomenal Mpok Ely sugigi serta Mpok Atiek.

Christoper yang berperan sebagai polisi di film ini menegaskan kalau film "3 Pilihan Hidup" layak untuk ditonton karena banyak hal yang didapat terutama tentang bahaya narkoba.

“Lewat Film ini kita bisa menyaksikan langsung begitu bahayanya peredaran gelap narkoba,” tegasnya.

GPAN meminta, Presiden Joko Widodo agar para bandar Narkoba diberikan pengampunan atau ‘Drugs Amnesty’. GPAN menilai saat ini penyelundupan dan peredaran Narkoba di Indonesia kian masif.

Beberapa upaya-upaya pencegahan juga sudah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Namun korban dari peredaran gelap narkoba terus bertambah. Hukuman mati bandar narkoba yang harusnya menjadi efek jera juga saat ini masih menimbulkan pro dan kontra.

“Untuk itu lah, gagasan Drugs Amnesty, atau pengampunan bagi pemakai dan pecandu narkoba harus dipertimbangkan guna menyelamatkan generasi bangsa,” kata Ketua Umum GPAN Bob Hasan di Jakarta Selatan. Sabtu, 20 Agustus 2016.

Bob mengatakan, saat ini diperlukan langkah yang tepat untuk menangani masalah Narkoba. Ia menilai, Badan Narkotika Nasional (BNN) telah gagal melakukan upaya pencegahan. Maka dari itu diharapkan dengan Drugs Amnesty ini akan berhasil mengurangi peredaran Narkoba.

“Dengan ini (Drugs Amnesty) mudah-mudahan para bandar narkoba akan berkurang karena merasa mendapatkan pengampunan, dan tidak mengulangi lagi kesalahannya,” ujarnya.

Menurut Bob, saat ini pencegahan narkoba melalui penempelan stiker ataupun pemasangan spanduk dinilai tak lagi efektif. Maka dari itu diperlukan langkah yang berbeda, dengan Drugs Amnesty dinilai akan lebih efektif. Drugs Amnesty nantinya hanya diberikan sekali kepada pengedar narkoba dan diberi batas waktu.

“Jadi jika setelah mendapatkan Drugs Amesty masih menjadi bandar, maka akan diberikan hukuman yang lebih berat, dalam Drugs Amnesty juga nantinya TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) nya juga akan kita miskinkan jika dia tak menyerahkan diri,” ujar Bob.

Untuk melanjutkan gagasan ini, Ia mengaku akan melakukan komunikasi dengan pihak terkait BNN. Dia akan segera menyampaikan gagasannya ini ke lembaga anti Narkotika tersebut. “Akan secepatnya kita sampaikan dan komunikasikan ini ke BNN,” tegas Bob. (jo-2)

Sebelum ke Yogyakarta, Cek Dulu Tarif Hotel dan Ulasannya Ke Bandung? Cek Dulu Hotel, Tarif dan Ulasannya Disini Cek hotel di Lombok, bandingkan harga dan baca ulasannya Liburan ke Surabaya? Cari hotel, bandingkan tarif dan baca ulasannya Cek hotel di Parapat, Danau Toba, bandingkan harga dan baca ulasannya
Diberdayakan oleh Blogger.