Kombes Awi Setiyono
JAKARTA, JO - Polda Metro Jaya mendapat laporan dari keluarga Daeng Aziz terkait kasus penipuan uang sebesar Rp50 juta, yang diilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai Wadir Krimum Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono membenarkan adanya laporan tersebut. Laporan telah diterima pada tanggal 8 Maret lalu dengan terlapor atas nama Ahmad Dahlan.

“Ada penelpon yang mengaku sebagai Wadirkrimum kepada keluarga Azis dan meminta Rp200 juta untuk jaminan tersangka,” kata Kombes Awi Setiyono, di Jakarta, Jumat (13/5).

Kabid Humas menjelaskan, keluarga Azis percaya begitu saja bahwa penelepon tersebut bisa menjamin Azis agar penangguhan penahanannya dikabulkan. Namun, keluarga Azis hanya menyanggupi uang sebesar Rp50 juta.

“Korban percaya dan mentransfer uang Rp50 juta, ternyata baru merasa tertipu karena kasus tetap lanjut,” jelasnya.

Awi menjelaskan, jika seseorang ingin mengajukan penangguhan penahanan, harus disertai dengan jaminan. Menurut dia, hal itu jelas diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

"Siapapun yang meminta penangguhan penahanan harus ada jaminan, itu sesuai dengan perundang-undangan," paparnya.

Jaminan tersebut bisa berupa uang, barang, maupun orang. Nantinya, jaminan tersebut diserahkan kepada panitera pengadilan negeri. Bukan ke rekening pribadi.

Pihak panitera nantinya akan menyimpan jaminan tersebut dan akan memberikan tanda terima kepada pihak pemohon penangguhan penahanan untuk diberikan kepada pihak penyidik.

Apabila kemudian tersangka atau terdakwa melarikan diri dan setelah melewati waktu tiga bulan tidak diketemukan, uang jaminan tersebut menjadi milik negara dan disetor ke kas negara.

"Jaminan orang, jaminan barang dan uang itu memang ada Undang-undangnya. Itu jadi bukan berdasarkan permintaan penyidik itu dasarnya Undang-undang," ucapnya.

Awi menegaskan pihaknya dalam menjalankan tugas sebagai penegak hukum selalu berpedoman sesuai perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

"Dalam kasus ini tidak ada penangguhan penahanan. Ini murni penipuan tolong digaris bawahi. Kita ini bekerja berdasarkan KUHAP," paparnya. (amin)

Sebelum ke Yogyakarta, Cek Dulu Tarif Hotel dan Ulasannya Ke Bandung? Cek Dulu Hotel, Tarif dan Ulasannya Disini Cek hotel di Lombok, bandingkan harga dan baca ulasannya Liburan ke Surabaya? Cari hotel, bandingkan tarif dan baca ulasannya Cek hotel di Parapat, Danau Toba, bandingkan harga dan baca ulasannya
Diberdayakan oleh Blogger.