“Who Cares? It’s Not Indonesia’s Identity” Kampanyekan Lingkungan Melalui Visual

Who Cares?
JAKARTA, JO- Sebuah event berjudul “Who Cares? It’s Not Indonesia’s Identity” digelar di kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jalan Tegal Parang Utara No14, Mampang, Jakarta Selatan, 27 Maret 2016 lalu. Event kampanye sosial lingkungan melalui visual ini digagas 4NKRI bekerja sama dengan Walhi, dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).

Menurut Adhitya Himawan, founder 4NKRI yang juga pencetus ide event ini dengan Ivan Leonardo, event ini merupakan bentuk kecil dari aksi peduli dengan harapan untuk memberikan dampak besar demi perubahan ke arah yang lebih baik untuk lingkungan hidup.

“Kami ingin mendorong lahirnya pribadi yang peduli untuk memberikan dampak dan manfaat postif untuk lingkungan sekitar, dan yang mampu menerapkan kepedulian itu kedalam hal yang nyata, spontanitas dan tentunya harus berani,” kata Adhitya Himawan di Jakarta, hari ini.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Ferdinand Rachim (Walhi), Enrico (Aikon.org), Khalisah Halid (Walhi Nasional), John Muhammad (aktifis Demokrasi Digital) dan juga musisi Melanie Subono, artis Saras Dewi, Valentino dan Mega Carefansa, yang menurut Adhitya, sebagai sosok yang sangat peduli dengan lingkungan hidup.

Talk show.
Event yang menggelar beberapa aktifitas di dalamnya seperti talkshow yang dibawakan oleh Thomas M Bestari, bazaar, donasi dan pameran-pameran karya visual yang diikuti oleh beberapa relawan desain yang ikut turut andil dalam aksi Kampanye Sosial Lingkungan melalui battle design. Dalam battle ini, karya yang dibuat oleh Ridho Saiful dan Dara Mutiara menjadi pemenang.

“Karya ini menang ketika ratusan orang merespon postif hasil karyanya yang penuh makna berjudul Stop Membunuh Indonesia dan Let's Save the Umbrella Species,” kata Adhitya.

Menurut Adhitya, banyak cara menerapkan sikap peduli untuk sesama dan lingkungan, apalagi dibantu dengan kemajuan teknologi tanpa batas. Ia menyebut peran media sosial di zaman sekarang ini bisa dikatakan merupakan kebutuhan utama para kalangan muda, dan tidak menutup kemungkinan kalangan paruh baya yang masih mahir akan teknologi.

Namun, kata dia, sangat disayangkan apabila fungsi utama dari media sosial sebagai penyalur informasi tidak dioptimumkan melainkan hanya digunakan sebagai media saling obrol. Terutama di Indonesia, mayoritas pemilik smartphone layaknya menggunakan media sosial sebagai sarana saling bagi informasi, tetapi tidak memberikan imbas sesuai yang diharapkan untuk cakupan yang lebih luas. (jo-2)

Sebelum ke Yogyakarta, Cek Dulu Tarif Hotel dan Ulasannya Ke Bandung? Cek Dulu Hotel, Tarif dan Ulasannya Disini Cek hotel di Lombok, bandingkan harga dan baca ulasannya Liburan ke Surabaya? Cari hotel, bandingkan tarif dan baca ulasannya Cek hotel di Parapat, Danau Toba, bandingkan harga dan baca ulasannya
Diberdayakan oleh Blogger.