Di Jakbar, Anak Tidak Mau Lagi Sekolah Karena Ditekan Kepsek

SMAN 57 Kedoya, Jakarta Barat.
JAKARTA,JO - Orang tua murid menuduh seorang kepala sekolah SMA di Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, melakukan tekanan terjadap siswanya sehingga siswa enggan untuk masuk sekolah dan tidak mau lagi bersekolah.



Hal itu diketahui ketika orang tua DL, salah satu siswa di SMA 57, mengungkapkan keresahannya sebagai orang tua kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

"Anak saya  tidak mau lagi bersekolah di SMA 57. Itu gara-gara teguran keras dari kepala sekolah," kata orang tua yang minta namanya tidak dipublikasikan.

Masalahnya, menurut orang tua ini, sebenarnya sangat sederhana. Si anak hanya memakai celana kuncup atau celana pensil dan sepatu beda warna.

"Padahal anak saya diketahui anak yang baik tidak banyak tingkah, cuma karena anak saya memakai celana kuncup,atau celana pensil,sama sepatu beda warna. Gara-gara itu anak saya ditegur keras sampai tidak berani lagi ke sekolah," katanya.

DL kini sudah pindah ke salah satu sekolah swasta, namun orang tua ini sepertinya masih kesal dengan sikap kepala sekolah yang dinilainya bukan sebagai pendidik yang baik.

Kepada wartawan, kepala sekolah SMA 57 menampik semua tuduhan tersbeut,dan terkesan menutupi semua informasi yang beredar di kalangan guru dan siswa lainnya tentang adanya tekanan itu.

Bahkan kepala sekolah SMA 57 mewanti-wanti agar wartawan tidak memberitakannya. "Tidak boleh diberitakan, awas saja kalau diberitakan," kata kepala sekolah.

Dia pun bergegas meninggalkan tempat duduknya dengan alasan mau ke rumah sakit.

Sejumlah kalangan pun kemudian ikut berkomentar soal sikap kepala sekolah ini. Ketua Gempita Jakbar Sugianto mengatakan, kepala sekolah tidak boleh bersikap seperti seorang raja di sekolah.

"Kepala sekolah harus memberi teladan untuk semua guru dan murid. Kalau mudinya bodoh ya dididik supaya pintar, kalau ada yang bandel ya diajarkan bagaimana hidup dengan tata krama dan sopan santun, bukan menakut-nakuti," katanya.

Sugianto pun meminta kasudin pendidikan wilayah 2 Jakarta Barat memanggil kepala sekolah tersebut dan bila perlu mencopotnya.(hery lubis/jo-6)

Sebelum ke Yogyakarta, Cek Dulu Tarif Hotel dan Ulasannya Ke Bandung? Cek Dulu Hotel, Tarif dan Ulasannya Disini Cek hotel di Lombok, bandingkan harga dan baca ulasannya Liburan ke Surabaya? Cari hotel, bandingkan tarif dan baca ulasannya Cek hotel di Parapat, Danau Toba, bandingkan harga dan baca ulasannya

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.